MITOS | Makassar — Prestasi gemilang yang diraih Institut Teknologi dan Bisnis Maritim (ITBM) Balik Diwa pada ajang Anugerah LLDIKTI Wilayah IX Tahun 2025 tidak hanya menjadi kebanggaan institusi itu sendiri, tetapi juga menarik perhatian dan apresiasi tinggi dari Wakil Rektor Bidang Akademik Universitas Negeri Makassar (UNM), Prof. Dr. Hj. Andi Asliinda, M.Si. Pencapaian Juara 1 Pengelola Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL) Terbaik dan Juara 2 Satgas PPKPT Terbaik bukan sekadar gelar, melainkan bukti nyata bahwa perguruan tinggi swasta di Indonesia Timur mampu menunjukkan kualitas tata kelola, inovasi, dan daya saing yang unggul dalam menghadapi tantangan dunia pendidikan tinggi masa kini.
Menurut Prof. Andi Asliinda, prestasi ITBM Balik Diwa menjadi representasi kemajuan pendidikan tinggi di kawasan timur Indonesia. Hal ini sangat signifikan mengingat kawasan tersebut seringkali dianggap memiliki kesenjangan dalam akses dan kualitas pendidikan dibandingkan wilayah lain. Namun, keberhasilan ITBM membuktikan bahwa batasan tersebut dapat dilampaui melalui komitmen yang kuat terhadap transformasi. Ia menekankan bahwa pengelolaan RPL yang baik dan keberadaan Satgas PPKPT yang kuat mencerminkan dua aspek penting dalam pengelolaan perguruan tinggi: mutu akademik dan perlindungan sivitas akademika. RPL sendiri berperan penting dalam memperluas akses pendidikan bagi mereka yang memiliki pengalaman kerja atau pembelajaran mandiri, sedangkan Satgas PPKPT menjadi tulang punggung dalam menciptakan lingkungan kampus yang aman dan bebas dari kekerasan. Kedua hal itu menunjukkan bahwa transformasi perguruan tinggi dapat dilakukan secara serius dan terarah.
Faktor kunci di balik keberhasilan ITBM Balik Diwa, menurut Prof. Andi Asliinda, adalah kepemimpinan visioner dari Rektor ITBM, Dr. Muh. Ikramullah Akmal, M.Si. Ia menyatakan bahwa pimpinan tersebut konsisten mendorong inovasi, penguatan tata kelola akademik, dan penyesuaian kebijakan kampus dengan arah kebijakan nasional pendidikan tinggi. Lebih dari itu, kemampuan memfasilitasi kerja kolektif seluruh sivitas akademika menjadi elemen penting yang membuktikan bahwa kolaborasi, inovasi, dan keberanian bertransformasi adalah kunci kemajuan perguruan tinggi. Tanpa dukungan bersama dari dosen, staf, dan mahasiswa, prestasi semacam ini sulit tercapai.
Prof. Andi Asliinda berharap prestasi ITBM Balik Diwa dapat menjadi inspirasi bagi perguruan tinggi lain, khususnya di lingkungan LLDIKTI Wilayah IX. Ia menantikan bahwa institusi-institusi lain dapat mengikuti jejak langkah ITBM dalam meningkatkan kualitas layanan akademik, menciptakan lingkungan kampus yang aman dan inklusif, serta memperluas akses pendidikan tinggi bagi masyarakat. Dengan demikian, keberhasilan ITBM diharapkan menjadi energi positif untuk terus melahirkan inovasi dan kontribusi nyata bagi pembangunan sumber daya manusia Indonesia, yang pada akhirnya akan mendorong kemajuan negara secara keseluruhan.










Discussion about this post