MITOS | Bone — Penguasa Puncak Bukit Mampu adalah sosok yang dihormati oleh masyarakat BugisBugis, dikenal sebagai Raja yang memiliki api yang berkobar.
Makamnya terletak di puncak Bukit Mampu, dan kemunculannya sering ditandai dengan aroma harum yang menyelimuti area tersebut.
Puang Tanre Wara
Puang Tanre Wara dikenal sebagai “Raja yang memiliki api yang berkobar,” (Penguasa Puncak Bukit Mampu) adalah salah satu tokoh legendaris dalam budaya masyarakat Bugis.
Makamnya terletak di puncak Bukit Mampu, sebuah lokasi yang tidak hanya memiliki keindahan alam yang menakjubkan, tetapi juga kaya akan nilai-nilai sejarah dan spiritual.

Masyarakat Bugis percaya bahwa Puang Tanre Wara, Penguasa Puncak Bukit Mampu adalah sosok yang memiliki kekuatan luar biasa, dan api yang berkobar melambangkan semangat, keberanian, dan kekuatan.
Api ini tidak hanya menjadi simbol, tetapi juga diyakini sebagai penanda kehadiran roh dan perlindungan bagi masyarakat sekitar.
Oleh karena itu, makam Penguasa Puncak Bukit Mampu menjadi tempat yang sakral dan sering dikunjungi oleh para peziarah yang ingin memohon berkah atau mendapatkan petunjuk.
Puangnge Coppo Bulu
Nama lain yang dikenal oleh masyarakat adalah Puangnge Coppo Bulu, yang berarti “Raja dari puncak bukit.”
Nama ini mencerminkan kedudukan dan pengaruhnya yang tinggi di kalangan masyarakat.
Bukit Mampu sendiri menjadi lokasi yang strategis, tidak hanya karena ketinggiannya, tetapi juga karena pemandangan yang menakjubkan yang dapat dilihat dari sana.
Dari puncak bukit, pengunjung dapat melihat hamparan alam yang luas, yang menambah kesan magis dan mistis dari tempat tersebut.
Tradisi dan ritual yang berkaitan dengan Puang Tanre Wara Penguasa Puncak Bukit Mampu masih dilestarikan hingga kini.
Setiap tahun, masyarakat Bugis mengadakan upacara untuk menghormati dan mengenang jasa-jasanya.
Dalam upacara tersebut, mereka biasanya melakukan persembahan berupa makanan, bunga, dan barang-barang lainnya sebagai ungkapan rasa syukur dan penghormatan.
Kisah Puang Tanre Wara, Penguasa Puncak Bukit Mampu juga menjadi bagian dari cerita rakyat yang diceritakan dari generasi ke generasi.
Cerita-cerita ini berfungsi sebagai sarana untuk mengajarkan nilai-nilai moral dan kebijaksanaan kepada anak-anak dan generasi muda.
Dengan demikian, sosok Puang Tanre Wara tidak hanya menjadi simbol kekuatan, tetapi juga sebagai pengingat akan pentingnya menjaga tradisi dan budaya lokal.
Secara keseluruhan, makam Puang Tanre Wara di puncak Bukit Mampu bukan hanya sekadar tempat peristirahatan terakhir, tetapi juga merupakan pusat spiritual dan budaya yang menghubungkan masyarakat Bugis dengan sejarah dan identitas mereka.
Keberadaan makam ini menjadi pengingat akan kekayaan budaya dan tradisi yang harus terus dilestarikan dan dihormati._MITOS/@li/awing_










Discussion about this post