Minggu, Februari 1, 2026
Majalah Mitos
No Result
View All Result
  • Home
  • PEDOMAN MEDIA SIBER
  • REDAKSI
  • TENTANG KAMI
  • MITRA
  • PERIKLANAN
  • KIRIM BERITA
  • KONTAK
Majalah Mitos
  • Home
  • PEDOMAN MEDIA SIBER
  • REDAKSI
  • TENTANG KAMI
  • MITRA
  • PERIKLANAN
  • KIRIM BERITA
  • KONTAK
No Result
View All Result
Majalah Mitos
No Result
View All Result
Home Mitos Hiburan & Gaya Hidup

Memanggil Pulang Kisah Kota Dunia: Diskusi Buku Discription Historiqur di Royume de Macacar Karya Nicolas Garvaise

Ali Mitos by Ali Mitos
Desember 15, 2025
in Mitos Hiburan & Gaya Hidup
Nicolas Garvaise
Bagikan ke FacebookBagikan ke WhatsApp

MITOS | Makassar  —  Minggu (14/12/2025), Ruang Makassar di Sunachi Suki Restaurant, Hotel Claro tidak hanya menjadi tempat berkumpulnya orang-orang, tetapi juga titik temu antara masa lalu dan masa kini Makassar. Acara diskusi buku Discription Historiqur di Royume de Macacar (Sejarah Kerajaan Makassar) karya penulis Prancis Nicolas Garvaise bukan sekadar acara akademis biasa—ia adalah upaya untuk “memanggil pulang” sejarah yang pernah terlupakan, seperti yang disampaikan oleh Prof. Dr. H. Mardi Adi Armin, M.Hum, pengalih bahasa buku tersebut dan Guru Besar Filsafat Bahasa Universitas Hasanuddin. Melalui diskusi yang dipandu Arwan D Awing, Direktur Bugis Pos Grup, para peserta—mulai dari akademisi, sejarawan muda, politisi, hingga pegiat budaya—bersama-sama menyusuri ulang identitas Makassar yang pernah berdiri sebagai kerajaan besar di Nusantara abad ke-17.

Buku Sebagai Jembatan Waktu: Dari Tangan Garvaise ke Masyarakat Makassar

Buku yang pertama kali ditulis Garvaise tahun 1684 ini, yang terbit 19 tahun setelah berakhirnya perang Gowa melawan VOC, telah melalui perjalanan panjang sebelum sampai ke tangan masyarakat Makassar. Prof. Mardi menjelaskan bahwa ia menerjemahkan buku ini dari edisi bahasa Prancis tahun 2022, menghabiskan enam bulan waktu dan bahkan menelusuri jejak pewaris Garvaise untuk memastikan karya yang berusia lebih dari 50 tahun bebas dialihbahasakan. Tujuannya sederhana namun mendalam: “Makassar harus membaca kisahnya sendiri.” Ia juga telah meminta penerbit sebelumnya agar buku terjemahan dicetak lagi, agar dapat diserahkan sepenuhnya kepada masyarakat yang menjadi objek cerita dalam buku itu.

Sebagai karya pertama yang secara khusus membahas sejarah Makassar dari sudut pandang penulis asing abad ke-17, buku ini memberikan gambaran yang rinci dan unik tentang kerajaan yang pernah menjadi “simpul dunia”. Garvaise menggambarkan Makassar sebagai pelabuhan besar yang ramai oleh orang asing dari berbagai negara, tempat agama, budaya, dan kepentingan perdagangan bertemu. Dalam buku itu juga dicatat bagaimana Islam tiba di Makassar melalui dua utusan—satu dari Aceh dan satu dari Malaka—dan karena yang dari Aceh tiba lebih awal, agama itu kemudian menetap dan menjadi bagian tak terpisah dari kehidupan masyarakat.

Baca Juga  Umat Islam akan Jalani Puasa Ramadhan 2 Kali Setahun

Kisah Kepahlawanan dan Identitas yang Bergerak

Salah satu sorotan utama dalam diskusi adalah cerita kepahlawanan Daeng Mangalle, sosok yang menentang Perjanjian Bungaya dan harus mengungsi ke Jawa karena kejaran Belanda. Kemudian, ia melarikan diri lagi ke Siam (Thailand) dan diterima oleh Raja Phra Narai, yang memberi dia tanah dan mesin pertanian untuk menetap di pinggiran Ayutthaya. Di sana, Daeng Mangalle diangkat sebagai pemimpin oleh orang Makassar dan Melayu yang tinggal di sana, bahkan memimpin pemberontakan terhadap penjajah yang ingin menguasai Kerajaan Ayutthaya. Meskipun pemberontakannya gagal dan ia terbunuh tahun 1686, kedua anaknya—Daeng Rurung dan Daeng Lolo—dibawa ke Perancis dan dirawat sebagai anak bangsawan. “Ini adalah isyarat bahwa Makassar pernah begitu diperhitungkan di kancah dunia,” ujar Prof. Mardi.

Diskusi juga mengungkap fakta menarik tentang identitas Makassar yang tidak pernah statis. Sejarawan muda Adil Akbar Ilyas menyatakan bahwa gelar “Andi” yang kini dikenal luas baru muncul hingga tahun 1906, sedangkan Kerajaan Gowa masa silam masih menggunakan gelar Daeng. Menurutnya, hal ini menunjukkan bahwa “sejarah mengajarkan bahwa identitas tak pernah beku—ia bergerak mengikuti zaman.” Adil juga menyebut buku ini sebagai “simpul sejarah” yang mengkonfirmasi karya-karya sejarah lain, dan menekankan bahwa “Makassar bukan menuju kota dunia, tetapi kembali ke kota dunia”—bukti nyatanya adalah kehadiran orang berbagai bangsa sejak ratusan tahun silam, yang tercermin dalam budaya, kuliner, dan tatanan sosial kota.

Dukungan Pemerintah dan Agenda Panjang Merawat Ingatan Kolektif

Dalam sambutan pembuka, Ketua DPRD Makassar Anwar Faruq, S.Kom., M.M mengaku bangga hadir dan merasakan “aura kebesaran Sulawesi Selatan” di ruangan itu. Ia menyebutkan bahwa banyak arsip sejarah Makassar dan Bone tersimpan di luar negeri, dan menyatakan komitmen pemerintah daerah untuk mendukung upaya menggali kembali sejarah kota. Ia juga menanggapi permintaan Prof. Mardi dan Prof. Kembong Daeng agar bahasa dan aksara lontara dibudayakan kembali, bahkan membuka peluang untuk memasukkan muatan lokal tentang lontara di kurikulum sekolah dasar dan menengah. “Termasuk bandara pun diusulkan seharusnya bertuliskan lontara, agar kita tahu sedang berada di mana,” tambahnya.

Baca Juga  Rumah Zakat Lanjutkan Gerakan #LoveForPalestine di Tahun 2025 untuk Dukung Kemerdekaan dan Perdamaian di Palestina

Rahman Rumaday, Founder Komunitas Anak Pelangi (K-apel), menyebut diskusi ini sebagai bagian dari “agenda panjang merawat ingatan kolektif” masyarakat Makassar. Sementara itu, Dahlan Abubakar, penulis dan wartawan Pedoman Rakyat.co.id, menambahkan bahwa buku terjemahan Prof. Mardi terkoneksi dengan karya lain seperti Buku Arupalakka, yang menunjukkan bahwa sejarah Makassar adalah jaringan cerita yang saling terkait. Sebelum menutup acara, moderator Arwan D Awing memberikan pekerjaan rumah bagi peserta: pelestarian bahasa dan budaya daerah, pengkajian mendalam tentang Daeng Mangalle, pembuatan buku tentang Makassar sebagai “kota dunia yang kembali”, serta pesan yang penuh harapan kepada Anwar Faruq: “jangan tinggalkan kami Pak Dewan.”

Diskusi buku Discription Historiqur di Royume de Macacar bukan hanya tentang memahami masa lalu, tetapi juga tentang membangun masa depan. Melalui terjemahan dan diskusi buku ini, sejarah Makassar yang pernah terlupakan di dunia luar kini kembali ke tangan masyarakatnya sendiri. Seperti yang dikatakan Prof. Mardi, sejarah tidak sekadar dibicarakan—ia dipanggil pulang untuk menjadi jembatan yang menghubungkan orang Makassar dengan akar-akarnya, dan sebagai daya dorong untuk menjadikan kota itu kembali menjadi “kota dunia” yang penuh makna dan kebanggaan. Pada akhir acara, Prof. Mardi menyerahkan buku terjemahannya kepada beberapa tokoh penting, menandai awal langkah baru dalam perjalanan memelihara dan mengembangkan warisan sejarah Makassar.

Dibaca Oleh: 79

Berita Lainnya

Inspirasi
Mitos Hiburan & Gaya Hidup

Mimpi yang Tak Dianggap: Sebuah Inspirasi dari Makassar untuk Indonesia 

by Ali Mitos
September 30, 2025

MITOS | Makassar  --  Di tengah hiruk pikuk Kota Makassar, sebuah kisah inspiratif akan segera diluncurkan dalam bentuk buku berjudul...

Read more
Ekonomi
Mitos Hiburan & Gaya Hidup

HEKKA Kriuk: Pilar Ekonomi Kolaboratif dan Inspirasi Transformasi Sosial

by Ali Mitos
Agustus 19, 2025

MITOS | Makassar  --  Di tengah lanskap ekonomi yang terus berubah, lahirnya HEKKA Kriuk menandai sebuah babak baru dalam pendekatan...

Read more
Program Qurban #BikinBahagia
Mitos Hiburan & Gaya Hidup

Program Qurban #BikinBahagia Diluncurkan Rumah Zakat

by Ali Mitos
Mei 15, 2025

MITOS | Jakarta  ---  Rumah Zakat meluncurkan Program Qurban #BikinBahagia di RumahZakat  pada Rabu, 14 Mei 2025, dengan target kolaborasi...

Read more

Discussion about this post

No Result
View All Result

Kategori

Mitos (22) Mitos Hiburan & Gaya Hidup (42) Mitos Pendidikan dan Teknologi (84) Mitos Reportase Cilik (52) News & Advertorial (186)
footer-01

PT. Mitos Tujua Utama
Jl. Andi Djemma 7 No.12
Rappocini, Makassar, Indonesia
Email : majalahmitos@gmail.com
Telp/WA : 085240876013

2024 © MAJALAHMITOS.COM | Dibuat Oleh mike'S

No Result
View All Result
  • Home
  • PEDOMAN MEDIA SIBER
  • REDAKSI
  • TENTANG KAMI
  • MITRA
  • PERIKLANAN
  • KIRIM BERITA
  • KONTAK