Minggu, Februari 1, 2026
Majalah Mitos
No Result
View All Result
  • Home
  • PEDOMAN MEDIA SIBER
  • REDAKSI
  • TENTANG KAMI
  • MITRA
  • PERIKLANAN
  • KIRIM BERITA
  • KONTAK
Majalah Mitos
  • Home
  • PEDOMAN MEDIA SIBER
  • REDAKSI
  • TENTANG KAMI
  • MITRA
  • PERIKLANAN
  • KIRIM BERITA
  • KONTAK
No Result
View All Result
Majalah Mitos
No Result
View All Result
Home News & Advertorial

Lorong Daeng Jakking dan Palu Nurani yang Tumpul

Oleh : Al Faqir RR

Ali Mitos by Ali Mitos
Mei 23, 2025
in News & Advertorial
Lorong Daeng Jakking
Bagikan ke FacebookBagikan ke WhatsApp

MITOS | Makassar, kota yang dielu-elukan sebagai kota dunia, nyatanya menyimpan paradoks yang membekas dalam lorong-lorong sunyinya. Salah satunya adalah Lorong Daeng Jakking, lorong kecil di pinggir selatan kota yang menjadi saksi bisu antara retorika pembangunan dan realita pengabaian.

Ketika malam tiba, lorong ini gelap seakan tidak berpenghuni, hanya remang cahaya yang mengintip dari sela-sela rumah warga menandakan hidup yang tetap berdenyut meski minim perhatian. Inilah gambaran konkret tentang kota yang membesar ke atas tapi lupa menengok ke bawah.

Dari lorong ini juga, kita menyaksikan kontradiksi yang menggetarkan, dari tempat yang seolah mati, justru tumbuh kehidupan. Ada denyut, ada gerak, dan ada cinta yang tumbuh pelan-pelan namun pasti.

Dalam narasi pembangunan modern, seringkali ada yang tertinggal, lorong-lorong seperti ini menjadi “zona tidak terlihat” dalam radar kebijakan. Padahal, menurut teori keadilan sosial John Rawls, sebuah masyarakat adil justru mengutamakan mereka yang paling tertinggal karena ukuran keberhasilan bukan hanya dari pusat gemerlap kota, tapi dari sudut-sudut yang sering luput dari mata kamera dan kunjungan seremonial pejabat.

Di mana keadilan distributif ketika lorong-lorong seperti Daeng Jakking dibiarkan gelap oleh lampu jalan yang tidak pernah dipasang dan gersang oleh nurani yang tidak pernah ditanam?

Namun, justru dari rahim keterabaian, dari lorong sunyi inilah menyembul secercah cahaya bukan dari tiang-tiang lampu jalan, melainkan dari nyala jiwa-jiwa yang masih percaya bahwa harapan bisa tumbuh di lorong yang gelap.

Di sanalah, di tengah sempitnya lorong dan terbatasnya fasilitas, di tempat yang terpinggirkan, hadir satu entitas kecil bernama Komunitas Anak Pelangi (K-apel) sebuah gerakan kultural akar rumput yang menolak tunduk pada takdir keterbatasan. Ia tidak sebatas hadir membawa warna, tapi juga menanam harapan dan membangun masa depan dari reruntuhan kepedulian.

Baca Juga  Mitos Maqam Wali di Desa Tosora Ramai Dikinjungi

Di lorong kecil dan gelap ini pula lahir satu gerakan ruang belajar yaitu Kampus Lorong K-apel, sebuah ruang belajar tanpa tembok dan lantai marmer, tapi penuh cinta, dedikasi, dan semangat kolektif. Anak-anak, ibu-ibu, hingga lansia terlibat aktif dalam berbagai kegiatan yang dirancang bukan oleh lembaga elite, tapi oleh rasa tanggung jawab terhadap sesamanya.

Juga di sanalah anak-anak membaca dunia, ibu-ibu berbagi cerita, dan para lansia menganyam kenangan. Dari sana mereka belajar bukan hanya aksara, tapi juga solidaritas, keswadayaan, keberanian, dan daya hidup. Apa yang diabaikan oleh negara, dirawat oleh cinta warga.

Apa yang tidak terlihat dalam program strategis pemerintah, justru tumbuh menjadi praktik ketahanan sosial berbasis komunitas. Inilah wujud konkret dari teori praksis Paulo Freire, bahwa pendidikan sejati bukanlah transfer ilmu dari atas ke bawah, tetapi lahir dari kesadaran dan pengalaman hidup rakyat sendiri.

Lorong ini bukan sekadar ruang sempit dan gelap, tapi medan juang, ruang sosial tempat harapan ditanam dan masa depan dipupuk, meski dengan alat seadanya. Lorong ini memperlihatkan bagaimana cinta dan kepedulian yang ditanam terus-menerus, bisa menjadi kekuatan yang menggerakkan zaman, bukan lewat kebijakan makro, melainkan langkah mikro yang berdampak.

Lalu kita bertanya,

Dimana palu nurani para pemegang mandat rakyat? Apakah ia masih sanggup mengetuk meja dan membunyikan keadilan dalam kebijakan yang menyentuh akar?

Dimana pena birokrat yang mestinya menjadi perpanjangan aspirasi, bukan sebatas perpanjangan tangan investor dan proyek elitis?

Sudah saatnya kebijakan urban tidak hanya bicara tentang gedung tinggi dan smart city, tapi juga tentang lorong kecil yang menjadi pusat peradaban sosial. Bukankah kemajuan sejati sebuah kota terletak pada bagaimana ia memperlakukan yang terkecil dan paling lemah?

Baca Juga  Pentingnya Pemetaan Pasal–Pasal dalam Regulasi, Adnan Jamal Bekali Timfas Bawaslu Kabupaten Bone

Lorong Daeng Jakking menunggu sentuhan keberpihakan, bukan sekedar kunjungan formalitas. Menunggu regulasi yang berpihak, bukan hanya pidato manis peresmian taman yang penuh papan nama tapi kosong program.

Karena, jika kebijakan tidak mampu mengetuk nurani (Palu Nurani yang Tumpul), maka warga lorong akan terus mengetuk pintu langit dengan doa sebab di sana, mereka tahu, tidak ada disposisi dan tanda tangan yang harus ditunggu berbulan-bulan lamanya dengan seribu alasan yang terucap berucap.

 

Makassar, 22 Mei 2025

Dibaca Oleh: 111

Berita Lainnya

Posko Siaga
News & Advertorial

Membangun Sinergi Warga Melalui 9 Indikator Partisipasi Aktif RT: Rapat Koordinasi Posko Siaga RW 13 Kelurahan Buntusu

by Ali Mitos
Januari 14, 2026

MITOS | Makassar  -- Pada Selasa, 13 Januari 2026, Posko Siaga Rukun Warga (RW) 13 Kelurahan Buntusu, kawasan Bumi Tamalanrea...

Read more
Peduli dan Berbagi
News & Advertorial

AMPI Makassar Peduli dan Berbagi: Musda Sebagai Momentum Kepedulian Sosial

by Ali Mitos
Januari 10, 2026

MITOS | Makassar  –  Dalam rangka menyambut pelaksanaan Musyawarah Daerah (Musda) AMPI Kota Makassar, panitia Musda bersama jajaran pengurus DPD...

Read more
Serah Terima
News & Advertorial

Prof. H. Muzakkir Tekankan PR Infrastruktur dan Pembinaan Generasi Muda pada Acara Serah Terima Se ORW 013 Buntusu

by Ali Mitos
Januari 1, 2026

MITOS | Makassar  –  Tokoh masyarakat Prof. Doktor H. Muzakkir, M.Kes menyoroti sejumlah pekerjaan rumah (PR) yang perlu segera diselesaikan...

Read more

Discussion about this post

No Result
View All Result

Kategori

Mitos (22) Mitos Hiburan & Gaya Hidup (42) Mitos Pendidikan dan Teknologi (84) Mitos Reportase Cilik (52) News & Advertorial (186)
footer-01

PT. Mitos Tujua Utama
Jl. Andi Djemma 7 No.12
Rappocini, Makassar, Indonesia
Email : majalahmitos@gmail.com
Telp/WA : 085240876013

2024 © MAJALAHMITOS.COM | Dibuat Oleh mike'S

No Result
View All Result
  • Home
  • PEDOMAN MEDIA SIBER
  • REDAKSI
  • TENTANG KAMI
  • MITRA
  • PERIKLANAN
  • KIRIM BERITA
  • KONTAK