MITOS | Pangkep — Di tengah gemuruh ombak dan hamparan laut biru Sulawesi Selatan, terukir sebuah kisah tentang semangat, kepedulian, dan harapan. Komunitas Anak Pelangi (K-apel), dengan penuh dedikasi, kembali hadir untuk menebar cinta dan literasi di Pulau Sarappo Lompo, Kabupaten Pangkep. Ekspedisi yang berlangsung pada 27–28 September 2025 ini bukan sekadar perjalanan biasa, melainkan sebuah misi mulia untuk mencerdaskan anak-anak bangsa dan membangun peradaban yang lebih baik.
K-apel, yang berkolaborasi dengan berbagai pihak seperti Shean Beauty, Tapak Suci Parang Tambung, dan Kampus Lorong K-apel, serta didukung oleh sejumlah media, telah menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan kualitas pendidikan dan kepedulian sosial di daerah kepulauan. Pulau Sarappo Lompo, dengan segala keterbatasannya, menjadi saksi bisu betapa semangat belajar anak-anak di sana begitu membara. Namun, keterbatasan akses terhadap buku dan sumber belajar lainnya menjadi tantangan yang tidak bisa diabaikan.
Dalam ekspedisi ini, K-apel tidak hanya memberikan bantuan berupa buku tulis dan Al-Qur’an, tetapi juga menyelenggarakan berbagai kegiatan edukatif yang menarik dan menyenangkan. Edukasi literasi, permainan edukatif, dan kuis berhadiah menjadi daya tarik tersendiri bagi anak-anak pulau. Mereka tidak hanya belajar membaca dan menulis, tetapi juga diajak untuk berpikir kreatif, berani berpendapat, dan mengembangkan potensi diri.
Rahman Rumaday, Founder K-apel, dengan penuh semangat menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan wujud nyata dari komitmen untuk mencerdaskan anak-anak bangsa, khususnya di daerah kepulauan. “Kami ingin memberikan energi baru, menyalakan semangat literasi, serta berbagi cinta untuk masa depan mereka,” ujarnya. Bang Maman, sapaan akrabnya, juga menambahkan bahwa Pulau Sarappo Lompo adalah pulau baru yang pertama kali dikunjungi oleh K-apel, menunjukkan tekad mereka untuk memperluas jangkauan dan memberikan manfaat yang lebih besar bagi anak-anak di pulau-pulau terpencil.
Semangat kolaborasi lintas komunitas menjadi kunci keberhasilan ekspedisi ini. K-apel tidak bekerja sendiri, melainkan menggandeng berbagai pihak yang memiliki visi dan misi yang sama. Dengan bersinergi, mereka mampu memberikan dampak yang lebih signifikan dan menginspirasi lebih banyak orang untuk terlibat dalam gerakan sosial.
Kebahagiaan terpancar dari wajah anak-anak Pulau Sarappo Lompo saat mengikuti kegiatan yang diselenggarakan oleh K-apel. Mikaila, salah satu penerima hadiah kuis dan buku tulis, dengan polos mengungkapkan rasa senangnya. “Saya senang sekali dapat hadiah kuis dan buku tulis baru dari kakak-kakak K-apel. Saya mau rajin menulis dan belajar supaya bisa pintar dan cita-cita saya tercapai,” ucapnya dengan gembira.
Kisah Mikaila adalah secercah harapan yang menyinari Pulau Sarappo Lompo. Ia adalah representasi dari anak-anak Indonesia yang memiliki mimpi besar dan semangat pantang menyerah. Dengan dukungan dari K-apel dan berbagai pihak lainnya, mimpi-mimpi mereka akan semakin mudah untuk diwujudkan.
Ekspedisi Berbagi Cinta di Pulau Sarappo Lompo adalah bukti nyata bahwa literasi dan kepedulian sosial dapat menjadi kekuatan yang dahsyat untuk mengubah kehidupan. K-apel telah menunjukkan bahwa dengan semangat berbagi, kolaborasi, dan dedikasi, kita dapat menyalakan asa di pulau-pulau terpencil dan membangun peradaban yang lebih baik bagi generasi mendatang. Semoga kisah ini dapat menginspirasi kita semua untuk terus berkontribusi dalam mencerdaskan anak-anak bangsa dan mewujudkan Indonesia yang lebih maju dan sejahtera.










Discussion about this post