Minggu, Februari 1, 2026
Majalah Mitos
No Result
View All Result
  • Home
  • PEDOMAN MEDIA SIBER
  • REDAKSI
  • TENTANG KAMI
  • MITRA
  • PERIKLANAN
  • KIRIM BERITA
  • KONTAK
Majalah Mitos
  • Home
  • PEDOMAN MEDIA SIBER
  • REDAKSI
  • TENTANG KAMI
  • MITRA
  • PERIKLANAN
  • KIRIM BERITA
  • KONTAK
No Result
View All Result
Majalah Mitos
No Result
View All Result
Home Mitos Reportase Cilik

Jum’at di Akhir Ramadhan 1446 H: Ceramah Inspiratif Tentang 4 Golongan yang Dirindukan Surga

Mesjid Al Arqam Mannuruki 13

Ali Mitos by Ali Mitos
Maret 28, 2025
in Mitos Reportase Cilik
Jum’at di Akhir Ramadhan 1446 H: Ceramah Inspiratif Tentang 4 Golongan yang Dirindukan Surga
Bagikan ke FacebookBagikan ke WhatsApp

MITOS | Makassar — Dalam perjalanan menuju ke rumah orang tua yang terletak di Jl. Dg. Tata Raya, saya memutuskan untuk mampir sejenak di Mesjid Al Arqam Mannuruki 13.

Suasana di mesjid itu terasa tenang dan khusyuk, dengan suara bacaan Al Qur’an yang merdu mengalun lembut di udara. Bacaan tersebut menjadi penanda bahwa waktu untuk Sholat Jum’at telah tiba, dan saya merasa sangat bersyukur bisa berada di tempat yang penuh berkah ini.

Setelah melaksanakan sholat sunnah yang dilakukan ketika seseorang memasuki masjid (Sholat Tahiyatul Masjid) Sholat ini merupakan bentuk penghormatan dan penghargaan terhadap masjid sebagai tempat ibadah. Duduk di barisan belakang untuk mendengarkan ceramah Jum’at yang disampaikan oleh seorang khatib yang kharismatik.

Jum’at, 28 Maret 2025, bertepatan dengan akhir bulan Ramadhan, suasana mesjid dipenuhi oleh jamaah yang datang dengan penuh semangat. Tema ceramah yang diangkat adalah “4 (empat) golongan orang yang dirindukan Surga.”

Khatib memulai ceramahnya dengan menjelaskan bahwa setiap orang pasti mendambakan surga, tempat yang penuh dengan kenikmatan abadi. Kemudian menjelaskan empat golongan orang yang dirindukan oleh surga, yang menjadi harapan bagi setiap mukmin berdasarkan hadits yang diriwayatkan oleh Ibnu Abbas ra, Nabi Muhammad SAW.

Keempat golongan ini memiliki karakteristik dan amalan yang sangat mulia, yang tidak hanya mendatangkan pahala di dunia, tetapi juga menjamin tempat yang istimewa di akhirat.

Nabi Muhammad SAW bersabda:

الْجَنَّةُ مُشْتَاقَةٌ اِلَى أَرْبَعَةِ نَفَرٍ : تَالِى الْقُرْانِ, وَحَافِظِ اللِّسَانِ, وَمُطْعِمِ الْجِيْعَانِ, وَصَا ئِمٍ فِى شَهْرِ رَمَضَانَ

Artinya: “Surga merindukan empat golongan: orang yang membaca Al Quran, menjaga lisan (ucapan), memberi makan orang lapar, dan puasa di bulan Ramadhan.” (HR. Abu Daud dan Tirmidzi).

Beliau mengingatkan :

* Rajin-rajinlah kita membaca Al-Qur’an

Kita akan mendapatkan pahala berkali lipat oleh Allah SWT dengan membaca wahyunya yang diturunkan kepada Nabi Muhammad SAW.

Membaca Al-Qur’an adalah salah satu amalan yang sangat dianjurkan dalam Islam. Al-Qur’an adalah kitab suci yang menjadi pedoman hidup bagi umat Muslim. Dengan membaca Al-Qur’an, kita tidak hanya mendapatkan pahala, tetapi juga mendapatkan petunjuk dan ketenangan jiwa.

Allah SWT menjanjikan pahala yang berlipat ganda bagi setiap huruf yang dibaca. Oleh karena itu, kita dianjurkan untuk rajin membaca Al-Qur’an, baik secara individu maupun dalam majelis ilmu. Membaca Al-Qur’an juga dapat memperkuat iman dan mendekatkan diri kepada Allah SWT.

Membaca Al-Qur’an adalah salah satu amalan yang paling mulia dalam Islam. Al-Qur’an bukan hanya sekadar kitab suci, tetapi juga merupakan petunjuk hidup yang lengkap bagi umat manusia.

– Pahala dan Keberkahan: Setiap huruf yang dibaca dari Al-Qur’an akan mendapatkan pahala dari Allah SWT. Dalam sebuah hadits, Rasulullah SAW bersabda bahwa satu huruf dari Al-Qur’an akan dibalas dengan sepuluh kebaikan. Oleh karena itu, membaca Al-Qur’an secara rutin, baik di waktu pagi maupun malam, akan mendatangkan keberkahan dalam hidup kita.

Baca Juga  Ekspedisi Kemanusiaan untuk Warga Gaza Palestina

– Merenungkan Makna: Selain membaca, penting juga untuk merenungkan makna dari ayat-ayat yang dibaca. Dengan memahami isi Al-Qur’an, kita dapat mengaplikasikan ajarannya dalam kehidupan sehari-hari, sehingga menjadikan kita pribadi yang lebih baik.

– Mendapatkan Syafaat: Al-Qur’an juga akan menjadi syafaat bagi pembacanya di hari kiamat. Dalam sebuah hadits, Rasulullah SAW menyatakan bahwa Al-Qur’an akan datang sebagai penolong bagi orang yang membacanya di dunia.

* Menjaga lisan

Dalam hal bersosialisasi hendaknya kita jangan sering membicarakan orang (ghibah) karena itu perkataan yang tidak bermanfaat yang dapat membuat hati kasar yang bahkan ada dampak sangat luar biasa yang bisa ditimbulkan oleh lidah, seperti bisa menyebabkan pertengkaran.

Lisan adalah salah satu anugerah terbesar yang diberikan Allah kepada manusia. Namun, lisan juga bisa menjadi sumber masalah jika tidak dijaga dengan baik. Dalam bersosialisasi, kita harus berhati-hati dengan ucapan kita. Ghibah, atau membicarakan orang lain di belakang mereka, adalah perbuatan yang sangat dilarang dalam Islam.

Selain dapat merusak hubungan antar sesama, ghibah juga dapat mengotori hati dan menjauhkan kita dari rahmat Allah. Oleh karena itu, menjaga lisan dari ucapan yang tidak bermanfaat dan berusaha untuk berbicara yang baik dan benar adalah salah satu ciri orang yang dirindukan surga.

Lisan adalah alat komunikasi yang sangat berharga, tetapi juga bisa menjadi sumber masalah jika tidak dijaga dengan baik.

– Bahaya Ghibah dan Fitnah: Dalam Islam, ghibah (membicarakan orang lain di belakang) dan fitnah (menuduh tanpa bukti) adalah perbuatan yang sangat dilarang. Ucapan yang tidak bermanfaat dapat merusak hubungan antar sesama dan menciptakan permusuhan. Oleh karena itu, menjaga lisan dari ucapan yang menyakiti orang lain adalah suatu keharusan.

– Berbicara yang Baik: Sebaliknya, kita dianjurkan untuk berbicara yang baik dan bermanfaat. Dalam Al-Qur’an, Allah SWT berfirman bahwa kita harus berbicara dengan kata-kata yang baik dan sopan. Ucapan yang baik dapat membawa kedamaian dan mempererat hubungan antar sesama.

– Mendapatkan Rahmat Allah: Dengan menjaga lisan, kita tidak hanya terhindar dari dosa, tetapi juga mendapatkan rahmat dan keberkahan dari Allah. Lisan yang terjaga akan mencerminkan hati yang bersih dan penuh kasih.

* Memberi makan orang lapar

Allah SWT akan membalas kebaikan yang dilakukan oleh hambanya. Bahkan, kelak di hari kiamat Allah SWT akan memberikan makan dari buah-buahan surga.

Memberi makan kepada orang yang membutuhkan adalah salah satu bentuk kepedulian sosial yang sangat dianjurkan dalam Islam. Tindakan ini tidak hanya memberikan manfaat bagi penerima, tetapi juga mendatangkan pahala yang besar bagi pemberi.

Baca Juga  "Sinergi Multipihak" Pembangunan Berkelanjutan di Sulawesi Selatan

Dalam Al-Qur’an, Allah SWT berjanji akan membalas setiap kebaikan yang dilakukan oleh hamba-Nya. Memberi makan orang lapar juga merupakan bentuk syukur atas nikmat yang telah diberikan Allah kepada kita. Di hari kiamat, Allah SWT akan memberikan balasan yang setimpal, bahkan dari buah-buahan surga bagi mereka yang senantiasa berbagi dengan sesama.

Memberi makan kepada orang yang membutuhkan adalah salah satu bentuk amal yang sangat dianjurkan dalam Islam.

– Kepedulian Sosial: Tindakan ini mencerminkan rasa empati dan kepedulian kita terhadap sesama. Dalam banyak ayat Al-Qur’an, Allah SWT menekankan pentingnya berbagi rezeki dengan orang-orang yang kurang beruntung. Memberi makan bukan hanya sekadar memberikan makanan, tetapi juga memberikan harapan dan kebahagiaan kepada mereka yang membutuhkan.

– Pahala Berlipat Ganda: Allah SWT menjanjikan pahala yang besar bagi mereka yang memberi makan orang lapar. Dalam sebuah hadits, Rasulullah SAW menyatakan bahwa memberi makan kepada orang yang berpuasa akan mendapatkan pahala seperti orang yang berpuasa tersebut.

– Mendapatkan Balasan di Akhirat: Di hari kiamat, Allah SWT akan memberikan balasan yang setimpal bagi mereka yang berbuat baik, termasuk memberi makan orang lapar. Mereka akan mendapatkan makanan dari buah-buahan surga sebagai imbalan atas kebaikan yang telah dilakukan di dunia.

* Puasa di bulan ramadhan

Rasulullah SAW bersabda: “Sesungguhnya di surga ada pintu yang dinamakan Ar-Rayyan. Orang-orang yang berpuasa di hari kiamat masuk dari pintu itu.

Puasa di bulan Ramadhan adalah salah satu rukun Islam yang wajib dilaksanakan oleh setiap Muslim yang mampu. Puasa bukan hanya sekadar menahan diri dari makan dan minum, tetapi juga merupakan latihan untuk mengendalikan hawa nafsu dan meningkatkan ketakwaan kepada Allah.

Rasulullah SAW bersabda bahwa di surga terdapat pintu yang dinamakan Ar-Rayyan, yang khusus diperuntukkan bagi orang-orang yang berpuasa. Ini menunjukkan betapa istimewanya amalan puasa di mata Allah. Dengan berpuasa, kita tidak hanya mendapatkan pahala, tetapi juga merasakan empati terhadap orang-orang yang kurang beruntung.

Puasa di bulan Ramadhan adalah salah satu rukun Islam yang wajib dilaksanakan oleh setiap Muslim yang mampu.

– Latihan Spiritual: Puasa bukan hanya sekadar menahan diri dari makan dan minum, tetapi juga merupakan latihan untuk mengendalikan hawa nafsu dan meningkatkan ketakwaan kepada Allah. Selama bulan Ramadhan, umat Muslim diajarkan untuk lebih mendekatkan diri kepada Allah melalui ibadah, doa, dan refleksi diri.

– Pintu Ar-Rayyan: Rasulullah SAW bersabda bahwa di surga terdapat pintu yang dinamakan Ar-Rayyan, yang khusus diperuntukkan bagi orang-orang yang berpuasa. Ini menunjukkan betapa istimewanya amalan puasa di mata Allah. Hanya mereka yang berpuasa yang akan masuk melalui pintu ini, yang menjadi tanda penghargaan bagi mereka yang menjalankan ibadah puasa dengan ikhlas.

Baca Juga  K-Apel Terima Kunjungan Tim Supervisor DS COMMUNITY Telkomsel PT SARAH CELL SULAWESI

– Mendapatkan Ampunan: Bulan Ramadhan adalah bulan yang penuh berkah dan ampunan. Dalam hadits, Rasulullah SAW menyatakan bahwa pada bulan ini, pintu-pintu surga dibuka, pintu-pintu neraka ditutup, dan setan-setan dibelenggu. Ini adalah kesempatan emas bagi umat Muslim untuk memperbaiki diri, bertaubat, dan memohon ampunan kepada Allah SWT. Dengan berpuasa, kita diingatkan akan pentingnya kesabaran dan pengendalian diri, serta merasakan penderitaan orang-orang yang kurang beruntung.

– Meningkatkan Rasa Syukur: Puasa juga mengajarkan kita untuk lebih bersyukur atas nikmat yang diberikan Allah. Ketika kita menahan diri dari makanan dan minuman, kita menjadi lebih sadar akan pentingnya rezeki yang kita terima setiap hari. Hal ini mendorong kita untuk lebih peduli kepada orang-orang yang tidak mampu dan lebih aktif dalam berbagi.

– Kedekatan dengan Allah: Selama bulan Ramadhan, umat Muslim dianjurkan untuk memperbanyak ibadah, seperti shalat malam (tarawih), membaca Al-Qur’an, dan berdoa. Semua ini bertujuan untuk meningkatkan kedekatan kita dengan Allah SWT. Puasa yang dilakukan dengan penuh keikhlasan dan kesadaran akan mendatangkan ketenangan jiwa dan kebahagiaan yang hakiki.

Berikut Keempat golongan orang yang dirindukan surga menurut Imam Ja’far Shadiq menggambarkan karakteristik dan amalan yang sangat mulia dalam Islam. Mari kita renungkan dan berusaha untuk menjadi bagian dari golongan ini:

1. Membaca Al-Qur’an: Jadikan membaca Al-Qur’an sebagai rutinitas harian kita. Luangkan waktu untuk memahami dan mengamalkan ajarannya dalam kehidupan sehari-hari.

2. Menjaga Lisan: Berhati-hatilah dalam berbicara. Pilihlah kata-kata yang baik dan bermanfaat, serta hindari ucapan yang dapat menyakiti orang lain. Ingatlah bahwa lisan yang terjaga mencerminkan hati yang bersih.

3. Memberi Makan Orang Lapar: Jadilah pribadi yang peduli terhadap sesama. Berbagi rezeki dengan mereka yang membutuhkan adalah salah satu cara untuk menunjukkan rasa syukur kita kepada Allah atas nikmat yang diberikan.

4. Puasa di Bulan Ramadhan: Manfaatkan bulan Ramadhan sebagai kesempatan untuk memperbaiki diri, meningkatkan ketakwaan, dan mendekatkan diri kepada Allah. Laksanakan puasa dengan penuh keikhlasan dan kesadaran, serta perbanyak ibadah dan amal kebaikan.

Semoga kita semua dapat menjadi bagian dari golongan yang dirindukan surga ini dan mendapatkan keridhaan serta rahmat Allah SWT.

Keempat golongan yang dirindukan surga ini mengajarkan kita untuk menjalani hidup dengan penuh kebaikan, kepedulian, dan ketakwaan. Mari kita berusaha untuk menjadi bagian dari golongan ini dengan meningkatkan amalan kita, menjaga lisan, berbagi dengan sesama, dan melaksanakan puasa dengan penuh keikhlasan. Semoga kita semua dapat meraih keridhaan Allah dan mendapatkan tempat yang mulia di surga-Nya. Aamiin Yaa Rabb._@_

Dibaca Oleh: 372

Berita Lainnya

Rumah Layak Huni
Mitos Reportase Cilik

Rumah Layak Huni dari Rumah Zakat, Harapan Baru Keluarga Ilham di Kelurahan Panampu

by Ali Mitos
Desember 20, 2025

MITOS | Makassar  —  Saat sinar matahari menyinari halaman rumah yang baru dibangun di Kelurahan Panampu, Kecamatan Tallo, suasana penuh...

Read more
Penulis
Mitos Reportase Cilik

Para Penulis Buku Koordinat Rasa

by Ali Mitos
November 5, 2025

MITOS | Makassar  --  Buku antologi bertajuk Koordinat Rasa merupakan karya kolaboratif sepuluh penulis : Asrul Sani Abu, Heny Suhaeny,...

Read more
Ekspedisi K-apel
Mitos Reportase Cilik

Menyalakan Cinta dan Harapan di Pulau-Pulau Terpencil: Ekspedisi K-apel Berbagi Cinta Jilid VI 

by Ali Mitos
November 2, 2025

MITOS | Makassar  --  Komunitas Anak Pelangi (K-apel) kembali menunjukkan komitmennya dalam menebar kebaikan melalui kegiatan Ekspedisi K-apel Berbagi Cinta...

Read more

Discussion about this post

No Result
View All Result

Kategori

Mitos (22) Mitos Hiburan & Gaya Hidup (42) Mitos Pendidikan dan Teknologi (84) Mitos Reportase Cilik (52) News & Advertorial (186)
footer-01

PT. Mitos Tujua Utama
Jl. Andi Djemma 7 No.12
Rappocini, Makassar, Indonesia
Email : majalahmitos@gmail.com
Telp/WA : 085240876013

2024 © MAJALAHMITOS.COM | Dibuat Oleh mike'S

No Result
View All Result
  • Home
  • PEDOMAN MEDIA SIBER
  • REDAKSI
  • TENTANG KAMI
  • MITRA
  • PERIKLANAN
  • KIRIM BERITA
  • KONTAK