MITOS | Gowa — Harum Pandan, Harapan Baru yang melahirkan sebuah kemandirian di Desa Panyangkalang, Kecamatan Bajeng. Memiliki udara sejuk dan pemandangan yang menyejukkan mata.
Namun, di balik keindahan alam itu, terdapat tantangan ekonomi yang dihadapi sebagian besar warganya.
Para ibu PKK, dengan segala keterbatasannya, berjuang keras untuk memenuhi kebutuhan keluarga. Mereka adalah tulang punggung keluarga, penjaga api rumah tangga.
Di tengah keterbatasan itu, seberkas harapan muncul. Sebuah pelatihan pembuatan sabun cuci piring dari bahan alami, khususnya daun pandan, diselenggarakan demi Sebuah Kemandirian.
Melimpahnya tanaman pandan di desa ini menjadi inspirasi utama. Daun pandan, dengan kandungan saponinnya yang antibakteri, ternyata dapat diolah menjadi sabun cuci piring yang efektif dan ramah lingkungan.
Ini bukan sekadar pelatihan, tetapi sebuah upaya nyata untuk memberdayakan masyarakat dan meningkatkan kesejahteraan ekonomi.
Ainun dan Mimpi Kesejahteraan
Hj. Ainun Hajriah, Ketua TP PKK Kecamatan Bajeng, memandang pelatihan ini sebagai langkah strategis. Dia melihat potensi besar yang tersembunyi di balik daun pandan yang melimpah.
Ainun memiliki mimpi melihat para ibu PKK Desa Panyangkalang mampu meningkatkan kesejahteraan ekonomi keluarga, menciptakan kemandirian, dan menjadi wirausahawan yang tangguh, sehingga memiliki keyakinan besar, pelatihan ini akan menjadi titik balik bagi kehidupan mereka.
Ainun yang sering mengunjungi Desa Panyangkalang, melihat langsung kehidupan para ibu PKK.
Ia menyaksikan perjuangan mereka dalam memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari. Ia melihat betapa mereka haus akan pengetahuan dan keterampilan yang dapat meningkatkan taraf hidup mereka. Pelatihan ini, baginya, adalah jawaban atas doa dan harapan mereka.
Di sebuah balai desa yang sederhana, ibu-ibu PKK Desa Panyangkalang berkumpul. Mereka dengan tekun mengikuti setiap tahapan pembuatan sabun cuci piring dari daun pandan.
Mereka mendengarkan dengan saksama penjelasan dari Nirmalasari, S.M., M.M, Wakil Ketua TP PKK Kecamatan Bajeng, yang juga merupakan narasumber pelatihan.
Nirmalasari, dengan sabar dan telaten, menjelaskan setiap detail proses pembuatan sabun. Ia menekankan pentingnya kebersihan dan ketelitian dalam setiap tahap.
Ia juga berbagi tips dan trik agar sabun yang dihasilkan berkualitas baik dan ekonomis. Para ibu PKK mengikuti arahannya dengan penuh semangat, mata mereka berbinar-binar penuh harapan.
Harum Pandan, Aroma Kemandirian
Bau harum pandan memenuhi ruangan. Aroma itu bukan hanya aroma daun pandan, tetapi juga aroma harapan dan kemandirian.
Para ibu PKK, dengan tangan-tangan mereka yang terampil, mengolah daun pandan menjadi sabun cuci piring yang berkualitas.
Mereka belajar, mereka berlatih, dan mereka berbagi pengalaman. Suasana kekeluargaan dan kebersamaan tercipta di sana.
Pelatihan ini bukan hanya sekadar transfer ilmu dan keterampilan. Ini adalah investasi untuk masa depan yang lebih baik.
Ini adalah upaya untuk memberdayakan perempuan, untuk menciptakan kemandirian ekonomi, dan untuk melestarikan lingkungan.
Dengan memanfaatkan sumber daya alam yang melimpah, pelatihan ini telah membuka jalan bagi para ibu PKK Desa Panyangkalang untuk meraih kemandirian ekonomi dan berkontribusi pada kemajuan desanya.
Harum pandan, bukan hanya aroma wangi, tetapi juga aroma harapan baru bagi kehidupan mereka.
Semoga ini menginspirasi daerah lain untuk memberdayakan masyarakat melalui pemanfaatan sumber daya lokal yang berkelanjutan. Sekaligus menjadi bukti bahwa kemandirian ekonomi dapat diraih melalui kreativitas dan kerja keras.










Discussion about this post