MITOS | Makassar — Ketika wartawan MITOS menginjakkan kaki di area eks pabrik Patun Makateks pada sesi pengambilan gambar, terjadi fenomena menarik meliput pabrik tekstil angker. Aura mistis mulai terasa, ini ditandai dengan berdirinya bulu kuduk wartawan yang datang meliput ke tempat itu.

Apalagi ketika wartawan MITOS mendekat kearah menara air dan sumur besar yang merupakan daerah yang paling angker ditempat itu, fenomena menarik meliput pabrik tekstil angker.
Seakan-akan para “penghuni” pabrik mengetahui maksud dan tujuan wartawan itu datang ketempat mereka untuk meliput sisi lain dari pabrik tekstil tersebut.

Setelah melakukan liputan dan pengambilan gambar, wartawan MITOS mengalami gangguan perut yang tiba-tiba menjadi kembung dan ada hawa aneh disekujur tubuh yang membuat tubuhnya mengeluarkan keringat dingin.
Dia berusaha untuk menenangkan diri, karena dirinya mulai gelisah dengan keadaan yang menimpa dirinya yang datang secara tiba-tiba itu.
Segala doa perlindungan yang dia hafal mulai dia bacakan untuk mengurangi rasa sakit yang mulai menghinggapi dirinya, bukan keadaannya membaik akan tetapi malah menjadi-jadi.
Kepalanya mulai merasa pening pandangannyapun sudah mulai kabur, dia merasa tubuhnya akan menjadi oleng.
Karena tak mau terjadi apa-apa pada dirinya, maka dia segera meninggalkan lokasi pabrik tersebut. Ketika tiba dirumahnya, wartawan peliput mengeluarkan darah yang berbau amis ketika membuang hajatnya.
Setelah berkonsultasi dengan tim gaib MITOS tentang keadaan yang menimpa dirinya, maka ditemukanlah jawabannya.
Ternyata wartawan MITOS tersebut, mendapat ucapan selamat datang dari para “penghuni” pabrik tekstil yang memang sudah terkenal sangat angker oleh masyarakat setempat.
Ada fenomena menarik meliput pabrik tekstil angker, ketika tulisan ini dibuat, dialami oleh Ali wartawan MITOS yang meliput berita. Ketika tulisan ini dibuat, Redaktur meminta data liputan kepada Ali tentang luas area pabrik yang lupa dicantumkan.
Karena waktu telah menjelang malam, maka Ali menunda reportasenya pada hari itu dan dia menundanya untuk melakukan sesi reportase pada keesokan harinya, khusus untuk menanyakan perihal luas area pabrik kepada mantan karyawan yang pernah diwawancarainya.
Awalnya tak ada yang aneh, namun pada malam itu, Ali seakan ada yang membangunkan dirinya untuk menunaikan shalat Tahajud. Selepas shalat, Ali kembali kepembaringan untuk memulihkan kondisinya agar dapat beraktivitas keesokan harinya.
Dalam tidurnya, Ali didatangi oleh seseorang yang mengaku penghuni dari pabrik tekstil tersebut. Mahluk itu menjelaskan kepada Ali bahwa luas area pabrik itu adalah 3 Ha.
Ali kemudian dialam bawah sadarnya dibawa berkeliling area pabrik, mahluk itu kemudian menjelaskan satu persatu secara terperinci kepada Ali tentang letak-letak mahluk gaib yang mendiami pabrik tersebut.
Adapun pusat kerajaan jin yang berada dipabrik itu, terletak digedung genset (TML) yang juga merupakan tembok pemisah antara pabrik dan kompleks.
Ini didiami oleh ribuan jin hingga ke tiang lampu penerangan yang berada disudut sebelah selatan pabrik yang berbatasan langsung dengan komplek perumahan pabrik dan perumahan penduduk.
Mahluk ini kemudian mengantar Ali ke sekitar sumur, mahluk itu menjelaskan bahwa sumur itu merupakan sumur setan kembar.
Yang mana sumur tersebut setelah dicek memang terdapat dua buah, yang tadinya diketahui cuma ada satu. Konon menurut mahluk itu, sumur itu merupakan tempat mandi para jin yang ada disekitar pabrik, bahkan merupakan tempat mandi bagi kalangan jin disekitar jalan Daeng Tata.
Ali kemudian dibawa ke tengah lapangan yang berada di dalam komplek perumahan karyawan. Mahluk itu menjelaskan secara panjang lebar dengan menggunakan bahasa daerah Makassar tentang misteri yang terdapat ditengah lapangan itu yang kebetulan tanahnya agak berlubang dibagian tengahnya.
Lapangan bola yang apabila musim penghujan beralih fungsi menjadi rawa-rawa itu, menurut para karyawan yang pernah tinggal didalam kompleks, memang sering melihat dibagian tengah lapangan sering dilihat seperti ada darah yang berceceran dan merekapun sangat heran karena bagian tengah lapangan yang tanahnya agak menjorok kedalam.
Walaupun sudah beberapa kali diratakan, tanah itu akan kembali seperti semula. Menurut mahluk yang mendatangi Ali, tanah yang menjorok kedalam itu terjadi akibat tetesan darah yang keluar dari hidung yang menggenangi lubang itu.
Fenomena anak-anak kompleks yang biasa bermain disitu, apabila salah satu dari mereka terjatuh, maka otomatis hidung mereka selalu berdarah.
Mahluk itu kemudian meninggalkan Ali menjelang subuh, seakan dia ingin memberitahukan kepada majalah MITOS tentang misteri yang tersembunyi yang terdapat didalam pabrik tekstil. Awalnya peristiwa ini tak akan dimuat, akan tetapi dengan pertimbangan yang matang, maka peristiwa ini dimuat karena ini juga merupakan proses reportase, walaupun ini merupakan reportase gaib.
Seiring berlalunya mahluk gaib itu kembali kerumahnya digedung gengset (TML), maka terungkap pula salah satu misteri yang terdapat di pabrik tekstil angker yang terdapat di jalan Daeng Tata, Parang Tambung.
Tak ada lagi suara bising mesin penenung, suara keras hardikan Satpam dan suara deru mobil-mobil pengangkut benang. Kini tinggal suara lembut daun akasia yang saling bergesekan, dengan manjanya bercengkerama dengan sekumpulan burung-burung kutilang yang lagi bernyanyi.
Nampak di salah satu gedung, sekelompok mahluk lagi asyik dengan dengkurannya di pagi hari yang agak basah ini. (ali/awing)










Discussion about this post