Mitos — Eremerasa atau air beras merupakan julukan bagi permandian alam yang bersumber dari mata air pegunungan Lompobattang yang terdapat di kabupaten Bantaeng. Kawasan permandian ini menjadi salah satu andalan pariwisata alam di kabupaten Bantaeng. Selain sebagai kawasan wisata, permandian alam Eremerasa juga termasuk dalam kawasan hutan lindung. Sehingga banyak ditemukan pepohonan besar yang mengelilingi permandian ini.
Sumber air bersih di kabupaten Bantaeng mengandalkan mata air pegunungan. Di lokasi permandian alam Eremerasa, pengunjung bisa melihat langsung mata air tersebut. Pohon-pohon besar yang mengelilingi kolam permandian juga sesekali menyemburkan air dari akar pohon.
Kontur di kawasan permandian Eremerasa tidak berada di dataran, permukaan topografinya menyerupai mangkuk. Bisa dibayangkan pada bagian dasar mangkuk merupakan tempat permandian mata air dan kolam, kemudian dinding mangkuk sebagai tebing dengan kemiringan 8-15% (Landai).
Keindahan Eremerasa ternyata menyimpan kisah mistis yang hingga saat ini masih sangat dipercaya oleh masyarakat desa Kampala Kecamatan Eremerasa.
Di atas permandian ada sebuah bangunan semi permanen persegi empat berukuran 3 X 3 meter, oleh masyarakat setempat dipercaya adalah tempat munculnya sosok mahluk gaib yang memunculkan sumber mata air Eremerasa.
Seperti yang disampaikan oleh penjaga makam bernama Hanafing (70 tahun) pada tim Majalah Mitos, Jumat (28/7/2023).
Hanafing yang mendapatkan amanah menjaga makam secara turun temurun mulai dari kakek buyutnya itu menyampaikan bahwa makam yang ada di permandian alam Eremerasa adalah tempat berpijaknya penemu mata air Eremerasa ini.
“Jadi tempat ini bukan kuburan (jera’: Makassar) ini adalah tempat berpijaknya sosok mahluk gaib yang menurut cerita turun temurun dari orang tua adalah penemu Eremerasa,” tukas Hanafing.
Dia kemudian mulai menceritakan masa lalu yang kisahnya dia dapatkan turun temurun.
Menurut cerita, alkisah di masa lalu tempat ini dilanda kekeringan yang sangat panjang, sehingga warga di sekitar daerah itu mengalami kesulitan dalam mencari air.
Ditengah rasa keputusasaan para warga, datanglah seorang tua renta yang tidak diketahui asalnya memasuki kampung tersebut.
Singkat cerita, orang tua itu kemudian meminta kepada salah satu warga, yang warga itu, menurut pengakuan Hanafing itu adalah buyutnya, memberikan air beras.
Air beras yang diberikan oleh warga kepada kakek tua itu kemudian disiramkan ke atas batu yang ada di lokasi itu.
Usai disiramkan air beras, dari sela-sela batu kemudian mengucur air yang cukup deras yang belakangan disebut sebagai Eremerasa atau air beras.
“Kakek tua itu kemudian pergi ketempat berpijaknya, lalu sekonyong-konyong hilang dari pandangan warga,” ujar Hanafing.
“Sosok lelaki tua yang memakai baju putih itu, oleh kakek buyut kami disebut sebagai Karaengta Kope atau Nabi Khidir AS,” tutupnya.
Dari pantauan Tim Majalah Mitos, Eremerasa hingga kini masih menyimpan fenomena aneh. Dimana air di Eremerasa pada waktu penghujan, airnya cuma sedikit yang keluar dari sela-sela batu.
Akan tetapi di waktu musim kemarau air di Eremerasa justru sangat membludak dan bahkan airnya seperti air terjun yang muncul dari sela-sela batu.
Pemandian Alam Eremerasa terletak di Desa Kampala Kecamatan Eremerasa Kabupaten Bantaeng, Sulawesi Selatan.
Jarak dari Kota Bantaeng, 12 KM dengan jarak tempuh menggunakan kendaraan roda empat sekitar 15 – 20 menit dari pusat Kota Bantaeng.
Jalan menuju Eremerasa merupakan jalan yang menanjak dengan sisi kanan jalan adalah rumah warga yang mulai padat.
Sayangnya, Pemandian Alam yang juga menjadi pusat atau sumber air untuk PDAM Kota Bantaeng ini kurang terawat, sehingga beberapa tempat mulai terkesan kumuh dan tidak terawat.
Padahal Eremerasa sangat menjanjikan karena dapat dijadikan obyek wisata utama di Bantaeng selain Pantai Seruni, Pantai Marina dan Muntea Highland.
Apalagi kualitas air di Eremerasa sangat bagus, sehingga banyak perusahaan air minum kemasan yang mengambil air di Eremerasa sebagai sumber air kemasan.
(Tim Majalah Mitos)










Discussion about this post