Minggu, Februari 1, 2026
Majalah Mitos
No Result
View All Result
  • Home
  • PEDOMAN MEDIA SIBER
  • REDAKSI
  • TENTANG KAMI
  • MITRA
  • PERIKLANAN
  • KIRIM BERITA
  • KONTAK
Majalah Mitos
  • Home
  • PEDOMAN MEDIA SIBER
  • REDAKSI
  • TENTANG KAMI
  • MITRA
  • PERIKLANAN
  • KIRIM BERITA
  • KONTAK
No Result
View All Result
Majalah Mitos
No Result
View All Result
Home Mitos

Ciri-ciri kemunculan “Puang Tanre Wara” Penguasa Puncak Bukit Mampu

Ali Mitos by Ali Mitos
Mei 8, 2025
in Mitos
Ciri-ciri kemunculan “Puang Tanre Wara” Penguasa Puncak Bukit Mampu
Bagikan ke FacebookBagikan ke WhatsApp

MITOS | Bone —  Kemunculan Puang Tanre Wara biasanya ditandai dengan aroma harum mewangi di seputaran bukit Mampu. Peristiwa ini sudah dialami oleh wartawan MITOS.

Digelari Puang Tanre Wara, karena awal kemunculannya di atas bukit ditandai dengan api yang berkobar di atas bukit Mampu beberapa abad yang lampau.

Besarnya kobaran api itu dapat menerangi desa-desa di sekitar bukit Mampu. Tapi anehnya kobaran api itu tidak membakar pepohonan di sekitarnya, jadi hanya merupakan kobaran api  yang berwujud cahaya saja.

Seperti penuturan Hj. Andi Marauleng (67) kepada Wartawan MITOS beberapa waktu lalu.

Pada zaman kerajaan, kemunculan Puang Tanre Wara biasanya melalui media orang yang kesurupan, ditandai dengan ritual acara Mappadendang (tari-tarian yang diiringi oleh gendang) dan biasanya disiapkan bara api yang telah disulut api hingga berkobar-kobar.

Kemudian orang yang telah dikuasai oleh Puang Tanre Wara akan masuk kedalam api. Seperti pengalaman salah seorang Wartawan MITOS yang menyaksikan secara langsung pengalaman seperti itu.

Ciri-ciri kemunculan Puang Tanre Wara merupakan fenomena yang kaya akan makna dan tradisi, yang telah menjadi bagian integral dari budaya masyarakat sekitar bukit Mampu. Selain aroma harum yang menyebar di seputaran bukit, ada beberapa ciri khas lain yang sering kali menyertai kemunculan sosok mistis ini.

Pertama, kehadiran cahaya yang memancar dari arah bukit Mampu menjadi salah satu tanda yang paling mencolok. Cahaya ini tidak hanya sekadar sinar biasa, melainkan memiliki nuansa keemasan yang memikat dan menenangkan. Banyak saksi yang melaporkan bahwa cahaya ini tampak bergetar, seolah-olah memiliki kehidupan sendiri, dan sering kali muncul saat malam hari, menambah kesan magis pada suasana.

Kedua, suara-suara lembut yang terdengar dari arah bukit juga menjadi ciri khas kemunculan Puang Tanre Wara. Suara ini sering kali diidentifikasi sebagai alunan musik tradisional yang mengundang rasa damai dan ketenangan. Masyarakat percaya bahwa suara ini adalah undangan dari Puang Tanre Wara untuk mendekat dan merasakan kehadirannya.

Baca Juga  Mitos Genderuwo

Ketiga, saat ritual Mappadendang berlangsung, suasana menjadi semakin sakral. Para penari yang terlibat dalam ritual ini biasanya mengenakan pakaian adat yang berwarna cerah, lengkap dengan aksesori tradisional. Gerakan tari yang anggun dan penuh makna ini diyakini sebagai bentuk penghormatan kepada Puang Tanre Wara, dan setiap gerakan memiliki simbolisme tersendiri yang berkaitan dengan kehidupan dan alam.

Keempat, fenomena alam yang terjadi bersamaan dengan kemunculan Puang Tanre Wara juga menjadi perhatian. Beberapa orang melaporkan bahwa saat kemunculan terjadi, angin sepoi-sepoi berhembus, dan langit tampak lebih cerah meskipun malam hari. Hal ini menambah kesan bahwa ada kekuatan yang lebih besar yang mengatur dan menyertai momen tersebut.

Terakhir, pengalaman pribadi yang dialami oleh mereka yang pernah berinteraksi dengan Puang Tanre Wara sering kali menjadi cerita yang menarik. Banyak yang mengaku merasakan kehadiran yang hangat dan penuh kasih, seolah-olah Puang Tanre Wara ingin menyampaikan pesan atau memberikan petunjuk kepada mereka. Pengalaman ini sering kali diabadikan dalam bentuk cerita lisan yang diwariskan dari generasi ke generasi, menambah kekayaan budaya dan spiritual masyarakat sekitar.

Dengan demikian, kemunculan Puang Tanre Wara bukan hanya sekadar fenomena mistis, tetapi juga merupakan perwujudan dari tradisi, kepercayaan, dan nilai-nilai yang dijunjung tinggi oleh masyarakat di sekitar bukit Mampu._MITOS/@li/awing_

 

Dibaca Oleh: 224

Berita Lainnya

Ilmu Hitam
Mitos

Menguak Misteri di Balik “Doti: Tumbal Ilmu Hitam”

by Ali Mitos
Juli 23, 2025

MITOS | Makassar  --  Film horor Indonesia kembali hadir dengan menawarkan nuansa mistik yang menegangkan: "Doti: Tumbal Ilmu Hitam". Diproduseri...

Read more
Karaeng Ta Data 
Mitos

Karaeng Ta Data 

by Ali Mitos
Mei 8, 2025

MITOS | Makassar  ---  Karaeng Ta Data atau Abubakar Karaeng Ta Data Bin Amas Madina Batara Gowa raja Gowa yang...

Read more
Menghindari Gangguan Genderuwo
Mitos

Menghindari Gangguan Genderuwo

by Ali Mitos
Mei 8, 2025

MITOS | Makassar  ---  Cara Menghindari Gangguan Genderuwo. Ada mitos menarik yang mengatakan bahwa kita sebaiknya jangan tidur dalam keadaan...

Read more

Discussion about this post

No Result
View All Result

Kategori

Mitos (22) Mitos Hiburan & Gaya Hidup (42) Mitos Pendidikan dan Teknologi (84) Mitos Reportase Cilik (52) News & Advertorial (186)
footer-01

PT. Mitos Tujua Utama
Jl. Andi Djemma 7 No.12
Rappocini, Makassar, Indonesia
Email : majalahmitos@gmail.com
Telp/WA : 085240876013

2024 © MAJALAHMITOS.COM | Dibuat Oleh mike'S

No Result
View All Result
  • Home
  • PEDOMAN MEDIA SIBER
  • REDAKSI
  • TENTANG KAMI
  • MITRA
  • PERIKLANAN
  • KIRIM BERITA
  • KONTAK