Minggu, Februari 1, 2026
Majalah Mitos
No Result
View All Result
  • Home
  • PEDOMAN MEDIA SIBER
  • REDAKSI
  • TENTANG KAMI
  • MITRA
  • PERIKLANAN
  • KIRIM BERITA
  • KONTAK
Majalah Mitos
  • Home
  • PEDOMAN MEDIA SIBER
  • REDAKSI
  • TENTANG KAMI
  • MITRA
  • PERIKLANAN
  • KIRIM BERITA
  • KONTAK
No Result
View All Result
Majalah Mitos
No Result
View All Result
Home News & Advertorial

Launching Buku “Jika Saya Menjadi Wali Kota Makassar” Karya 34 Penulis

Ali Mitos by Ali Mitos
Oktober 14, 2024
in News & Advertorial
Launching Buku “Jika Saya Menjadi Wali Kota Makassar” Karya 34 Penulis

Launching Buku Jika Saya Menjadi Wali Kota Makassar di Hotel Alauddin Convention Center pada Minggu (13/10/2024).

Bagikan ke FacebookBagikan ke WhatsApp

MITOS, Makassar  ||  34 penulis buku “Jika Saya Menjadi Wali Kota Makassar” melaunching hasil karyanya di Hotel Alauddin Convention Center pada Minggu (13/10/2024).

Acara bersambut dengan diskusi yang bertajuk “Mengutui Isi Kepala Calon Wali Kota Makassar”, diselenggarakan oleh Komunitas Anak Pelangi (K-Apel) dan Kampus Lorong berlangsung sangat menarik dan juga panas.

Acara yang menghadirkan Calon Wali Kota Makassar nomor urut 4 Muhammad Amri Arsyid untuk duduk di kursi panas dan bersedia untuk “dikutui” atau dikulik isi kepalanya terkait “nekad” nya dia ingin menjadi wali kota Makassar.

Acara yang dipandu oleh Arwan D Awing (Humas Jurnalis Online Indonesia) dihadiri oleh sebagian besar penulis buku “Jika Saya Menjadi Wali Kota Makassar”.

Acara diskusi buku ini juga diselingi dengan pembacaan puisi Sajadah Walikota yang dibawakan oleh M. Amir Jaya dan puisi Jika Saya Menjadi Wali Kota oleh Ibu-ibu K-Apel, serta pembacaan puisi dwi bahasa berjudul Punna Inakke Walikota dibawakan Syahril Patakaki.

Amri Arsyid menjadi calon Wali Kota Makassar pertama, yang duduk di kursi panas untuk dikeroyok oleh 34 penulis ini menyatakan alasan kuatnya untuk menjadi wali kota.

Dirinya menyatakan bahwa panduannya untuk maju sebagai calon Wali Kota Makassar itu berlandaskan pada Surah At-taubah ayat 128 yang artinya: “Sesungguhnya telah datang kepadamu se-orang rasul dari kaummu sendiri, berat terasa olehnya penderitaanmu, sangat menginginkan (keimanan dan keselamatan) bagimu, amat belas kasihan lagi penyayang terhadap orang-orang mu’min.”

Amri yang juga Ketua DPW PKS Sulsel ini juga menyoroti tentang bagaimana kota Makassar menjadi hunian yang aman dan nyaman.

Lebih lanjut lagi, ia menuturkan bahwa pentingnya budaya dan kesenian itu diterapkan sejak dini.

Baca Juga  Lima Penghargaan Bergengsi untuk Rumah Zakat di Zakat-Wakaf Award 2025

“Mungkin kita masih ingat dahulu, bagaimana kita diajarkan untuk “appatabe” jika kita mau lewat dihadapan orang. Budaya-budaya seperti inilah yang mesti kita hidupkan dan budayakan kembali di masyarakat kita,” ujar calon wali kota usungan Partai Keadilan Sejahtera (PKS) ini.

Amri juga menyoroti bahwa pentingnya sentuhan seni dalam penyusunan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD), karena menurutnya tanpa sentuhan seni RPJMD itu akan terasa kering.

“Jadi pemimpin itu harus memiliki jiwa seni dalam penyusunan berbagai program,” tandasnya.

Menyikapi hal itu, Sutradara Teater dan juga Budayawan Yudhistira Sukatanya, sangat menyetujui bahwa pemimpin itu harus memiliki jiwa seni.

“Bahkan dibeberapa kesempatan saya sering menyampaikan kepada Dek Awing ini, agar sering-sering membaca puisi supaya hatinya jadi lembut,” ungkap Sutradara Sang Karaeng di IGD ini.

Ia juga menyoroti terkait tidak adanya gedung-gedung kesenian di kota Makassar.

“Saya mencatat saat ini, kelompok-kelompok seni teater saat ini hanya tersisa 3. Ini sangat miris untuk kota sebesar Makassar yang merupakan gerbang Indonesia Timur. Saya berharap agar pemimpin kota Makassar ke depan bisa kembali membuat ruang-ruang berkesenian,” kuncinya.

Di sisi lain, Aslam Katutu yang secara gamblang menyebut dirinya pendukung paslon nomor 1 (Mulia) mengkritik keterlambatan Amri Arsyid di acara tersebut. Ia bahkan berani menanyakan, mengapa Amri Arsyid nekad menjadi calon wali kota Makassar.

Diskusi semakin “panas” ketika Pemerhati Tata Ruang dan Lingkungan Muttaqin Azikin angkat bicara terkait beberapa fakta yang tidak diindahkan oleh wali kota sebelumnya.

Ia bahkan berseloroh bahwa dia tidak menyumbangkan tulisan di buku ini, karena memang dirinya tak berniat jadi wali kota.

Direktur Ma’Refat Institute ini juga menekankan agar acuan pemerintah dalam RPJP dan RPJMD harus dilakukan karena ini diatur di Undang-Undang (UU) Nomor 23 Tahun 2014.

Baca Juga  K-Apel Jadi Lokasi Pengabdian Masyarakat

“Di sini kita bisa memilah di mana visi misi daerah dan visi misi kepala daerah,” tegasnya.

Ia juga menyinggung bahwa mengapa kota Makassar saat ini sangat terasa panas, hal ini karena adanya kekeliruan dalam hal tata ruang ruang.

“Saat ini Kota Makassar menjadi kota terpanas ke-dua setelah Jeddah, hal ini karena ambisi ingin melihat Makassar menjadi kota dunia, sehingga mengabaikan ruang terbuka hijau, sehingga saat ini kota Makassar menjadi terasa panas.

Di sesi lain, Amri menyatakan bahwa apa yang dia cari-cari saat ini, ada di ruangan ini. Dia bahkan berharap agar ada pertemuan non formal berikutnya untuk membuat program dan gagasan terkait kota Makassar.

Diskusi “Mengutui Isi Kepala Calon Wali Kota Makassar” ini dihadiri lebih kurang 50 orang peserta di antaranya, Dr Fadli Andi Natsif (Akademisi), Dr Syafruddin Muhtamar (Akademisi) Dr Dirk Rukka Sandarupa (Akademisi) Muhammad Amir Jaya (Penyair), Yudhistira Sukatanya (Sutradara), Zahir Juana Ridwan (Seniman Pantun) Andi Marliah (Penyair), Muliati Mastura (Akademisi), Murnih Aisyah (Akademisi), Muhammad Arafah (Wartawan), M Rusdi Embas (Wartawan), Asnawin Aminuddin (wartawan), Ali Mitos (wartawan) Adnan Achmad (wartawan) serta para ibu komunitas Anak Pelangi dan para aktivis pemuda dan mahasiswa.

Dibaca Oleh: 258

Berita Lainnya

Posko Siaga
News & Advertorial

Membangun Sinergi Warga Melalui 9 Indikator Partisipasi Aktif RT: Rapat Koordinasi Posko Siaga RW 13 Kelurahan Buntusu

by Ali Mitos
Januari 14, 2026

MITOS | Makassar  -- Pada Selasa, 13 Januari 2026, Posko Siaga Rukun Warga (RW) 13 Kelurahan Buntusu, kawasan Bumi Tamalanrea...

Read more
Peduli dan Berbagi
News & Advertorial

AMPI Makassar Peduli dan Berbagi: Musda Sebagai Momentum Kepedulian Sosial

by Ali Mitos
Januari 10, 2026

MITOS | Makassar  –  Dalam rangka menyambut pelaksanaan Musyawarah Daerah (Musda) AMPI Kota Makassar, panitia Musda bersama jajaran pengurus DPD...

Read more
Serah Terima
News & Advertorial

Prof. H. Muzakkir Tekankan PR Infrastruktur dan Pembinaan Generasi Muda pada Acara Serah Terima Se ORW 013 Buntusu

by Ali Mitos
Januari 1, 2026

MITOS | Makassar  –  Tokoh masyarakat Prof. Doktor H. Muzakkir, M.Kes menyoroti sejumlah pekerjaan rumah (PR) yang perlu segera diselesaikan...

Read more

Discussion about this post

No Result
View All Result

Kategori

Mitos (22) Mitos Hiburan & Gaya Hidup (42) Mitos Pendidikan dan Teknologi (84) Mitos Reportase Cilik (52) News & Advertorial (186)
footer-01

PT. Mitos Tujua Utama
Jl. Andi Djemma 7 No.12
Rappocini, Makassar, Indonesia
Email : majalahmitos@gmail.com
Telp/WA : 085240876013

2024 © MAJALAHMITOS.COM | Dibuat Oleh mike'S

No Result
View All Result
  • Home
  • PEDOMAN MEDIA SIBER
  • REDAKSI
  • TENTANG KAMI
  • MITRA
  • PERIKLANAN
  • KIRIM BERITA
  • KONTAK