Luwu |MajalahMitos| “Songkolo Patang Rupa” merupakan makanan khas terbuat dari ketan yang disajikan atas kebiasaan masyarakat di Provinsi Sulawesi Selatan yang masih ditemui dalam tradisi “Mappatamma’ Mengaji”.
Seperti ditemui di lingkup masyarakat Kabupaten Luwu, makanan khas ketan itu dinilai sebagai simbol mewakili beberapa unsur seperti Air, Angin, Api dan Tanah sekaligus sebagai simbol perekat antar sesama manusia.
Patang Rupa artinya empat warna. Biasanya masyarakat menggunakan warna hitam, putih, kuning, dan merah. Kemudian berdoa kepada Allah Swt untuk diberi berkah dan keselamatan.
Ferry Rahmat, salah seorang warga di Desa Raja, Balambang, Kabupaten Luwu menyajikan Songkolo Patang Rupa di kediamannya, Minggu, 17/12/2023, mengikuti prosesi adat secara turun-temurun. “Mappatamma’ Mengaji” pada saat persiapan pernikahan.
Menurutnya, prosesi adat dilakukan secara turun-temurun oleh masyarakat setempat tidak jauh beda dengan persiapan pernikahan adat di Sulsel yang sangat unik, hanya saja dalam “Mappatamma’ Mengaji‟ tidak ada mempelai dan tidak ada akad seperti yang biasa dilakukan saat seseorang melakukan upacara adat perkawinan.
Biasanya “Mappatamma’ Mengaji” ini dirangkaikan dengan prosesi pernikahan karna menurut kepercayaan masyarakat setempat, orang tidak dapat melakukan pernikahan sebelum melakukan prosesi “Mappatamma’ Mengaji”, tidak jarang pula masyarakat setempat melakukan prosesi adat ini jauh lebih awal.
Sebelum prosesi “Khatam Qur’an” atau “Mappatamma’ Mengaji” ada beberapa ritual yang harus dilakukan dan dalam setiap ritual tersebut memiliki makna didalamnya.










Discussion about this post