Minggu, Februari 1, 2026
Majalah Mitos
No Result
View All Result
  • Home
  • PEDOMAN MEDIA SIBER
  • REDAKSI
  • TENTANG KAMI
  • MITRA
  • PERIKLANAN
  • KIRIM BERITA
  • KONTAK
Majalah Mitos
  • Home
  • PEDOMAN MEDIA SIBER
  • REDAKSI
  • TENTANG KAMI
  • MITRA
  • PERIKLANAN
  • KIRIM BERITA
  • KONTAK
No Result
View All Result
Majalah Mitos
No Result
View All Result
Home News & Advertorial

Literasi Demokrasi, Duduk di Ruang Demokrasi

majalahmitos by majalahmitos
Maret 31, 2024
in News & Advertorial
Bagikan ke FacebookBagikan ke WhatsApp

Makassar |MajalahMitos|  “Untuk itulah buku ini lahir”. Demikian kata terucap dari paparan Duta Baca Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel), Ramlah Rara pada launching dan diskusi buku “Literasi Demokrasi, Duduk di Ruang Demokrasi”, Sabtu (2/3/2024) di Kafe Baca Jalan Adhyaksa Nomor 2 Makassar.

“Isi kepala saya tak bisa dibaca oleh semua orang, untuk itulah saya menulis,” ungkapnya.

Kali ini, kisah nyata sang kakak ketika maju  pada tes PPK di desanya menjadi salah satu yang melatarbelakangi, sehingga memotivasi  dirinya menulis buku yang ketiga.

“Kakak saya sangat yakin dapat lulus untuk jadi anggota PPK dan PPS, namun kenyataannya yang lolos adalah para kerabat orang besar,” kata Ramlah.

Launching dan diskusi buku ini dihadiri oleh sejumlah narasumber pakar di bidangnya antara lain, Rusdin Tompo (Penulis dan Penyair) Dr. Muhammad Ridha (Penulis, Ketua Prodi Agama FUFP UIN Alauddin), Rahman Rumaday (Founder K-Apel), Adi Akbar (Politisi PKS) dan Bachtiar Adnan Kusuma (Penggiat Literasi) serta dipandu oleh moderator Firdaus, S.Ag (Kabid Pendidikan dan Penelitian DPP HIPMA Gowa).

Senada dengan paparan Duta Baca Sulsel, Muhammad Ridha mengutip adagium latin yaitu Verba volant, scripta manent. Yang diucapkan akan lenyap, yang dituliskan akan abadi.

“Semua yang diucap akan hilang, semua yang dituliskan akan abadi,” tegasnya.

Sementara itu Rusdin Tompo membuat catatan untuk lahirnya sebuah buku. “Ada lima catatan dalam buku yang perlu dielaborasi lalu kemudian aspek-aspek data, penguatan pada aspek-aspek, terutama yang berkaitan dengan gen Z”, ucapnya.

Ia juga menyampaikan bahwa setiap penulis itu ada mashabnya atau tema yang dipilih untuk tema tulisan.

“Tentu sebagai penulis kita mesti tahu apa konten yang kita tuliskan ini, contohnya jika kita penjual kue tentu kita tahu kue apa yang kita jual,” terangnya.

Baca Juga  Tarhib Ramadan 1446 H, Forum Zakat Sulsel Perkuat Sinergi Zakat untuk Umat

Ia juga menyinggung terkait kencenderungan algoritma media sosial yang kita gunakan akan mendatangi kita.

“Contoh pada piala dunia, saya sangat suka Messi dan Argentina dan setiap harus saya menjelajah media tentangnya. Dan walhasil semua info terkait Argentina dan Messi mendatangi kita,” ulasnya.

Rusdin Tompo juga kembali mengingatkan bahwa buku ini masih perlu elaborasi lebih jauh lagi.

Founder K-Apel Rahman Rumaday sedikit mengkritik dan juga memuji buku ini.“Buku ini tidak ada Google Map, seperti kita berada di hutan kita tidak tahu berada di mana, karena buku ini tidak ada daftar isinya,” kritiknya.

Namun di sisi lain Rahman Rumaday juga memuji buku ini karena dapat menginspirasi banyak orang.

“Sangat menginspirasi:, karena buku ini mampu dikunyah oleh masyarakat karena sederhana dan sangat mudah dicerna,” pungkasnya.

Bakhtiar Adnan Kusuma atau akrab disapa BAK menyinggung bahwa ada orang menggelindingkan gerakan membaca, tapi tidak menggelindingkan gerakan menulis.

“Menulis dan membaca adalah satu keping mata uang yang tak bisa dipisahkan,” ucapnya.

Ia juga menyinggung terkait Akademi Literasi yang ada 16 ribu penulis dan berharap ada intervensi pemerintah terkait penganggaran bagi penulis.

Ia juga menyampaikan kritik terkait buku karya Ramlah Rara yang tak memiliki ISBN dan juga tak memiliki Daftar Isi.

“Untuk seorang Duta Baca Sulsel harus membuat buku yang memiliki ISBN,” tandasnya.

Selain para penggiat literasi dari para mahasiswa, launching buku ini juga dihadiri oleh para sastrawan, wartawan, budayawan dan juga akademisi, seperti, Yudhistira Sukatanya, Ishakim, Idwar Anwar, Syahril Rani Patakaki, Andi Rustam, Rusdi Embas dan juga Fadli Andi Nasif.

Dibaca Oleh: 275

Berita Lainnya

Posko Siaga
News & Advertorial

Membangun Sinergi Warga Melalui 9 Indikator Partisipasi Aktif RT: Rapat Koordinasi Posko Siaga RW 13 Kelurahan Buntusu

by Ali Mitos
Januari 14, 2026

MITOS | Makassar  -- Pada Selasa, 13 Januari 2026, Posko Siaga Rukun Warga (RW) 13 Kelurahan Buntusu, kawasan Bumi Tamalanrea...

Read more
Peduli dan Berbagi
News & Advertorial

AMPI Makassar Peduli dan Berbagi: Musda Sebagai Momentum Kepedulian Sosial

by Ali Mitos
Januari 10, 2026

MITOS | Makassar  –  Dalam rangka menyambut pelaksanaan Musyawarah Daerah (Musda) AMPI Kota Makassar, panitia Musda bersama jajaran pengurus DPD...

Read more
Serah Terima
News & Advertorial

Prof. H. Muzakkir Tekankan PR Infrastruktur dan Pembinaan Generasi Muda pada Acara Serah Terima Se ORW 013 Buntusu

by Ali Mitos
Januari 1, 2026

MITOS | Makassar  –  Tokoh masyarakat Prof. Doktor H. Muzakkir, M.Kes menyoroti sejumlah pekerjaan rumah (PR) yang perlu segera diselesaikan...

Read more

Discussion about this post

No Result
View All Result

Kategori

Mitos (22) Mitos Hiburan & Gaya Hidup (42) Mitos Pendidikan dan Teknologi (84) Mitos Reportase Cilik (52) News & Advertorial (186)
footer-01

PT. Mitos Tujua Utama
Jl. Andi Djemma 7 No.12
Rappocini, Makassar, Indonesia
Email : majalahmitos@gmail.com
Telp/WA : 085240876013

2024 © MAJALAHMITOS.COM | Dibuat Oleh mike'S

No Result
View All Result
  • Home
  • PEDOMAN MEDIA SIBER
  • REDAKSI
  • TENTANG KAMI
  • MITRA
  • PERIKLANAN
  • KIRIM BERITA
  • KONTAK