MITOS | Makassar — Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW, yang diselenggarakan oleh Ibu-ibu Komunitas Anak Pelangi (K-apel) di Makassar, bukan sekadar ritual tahunan, melainkan sebuah momentum reflektif untuk menghidupkan kembali nilai-nilai luhur yang diajarkan oleh Rasulullah. Acara yang bertema “Menghidupkan Warisan Rasulullah: Persaudaraan Tanpa Sekat, Literasi Tanpa Batas” ini menjadi cermin bagi umat Islam untuk merenungkan kembali esensi dari ajaran Nabi, yang menekankan persaudaraan universal dan pentingnya ilmu pengetahuan.
Dalam konteks global yang semakin kompleks, di mana konflik dan perpecahan seringkali mewarnai interaksi antarmanusia, pesan persaudaraan yang digaungkan oleh K-apel menjadi sangat relevan. Rahman Rumaday, Founder K-apel, dengan bijak mengutip Surat Al-Hujurat ayat 13, yang mengingatkan bahwa perbedaan suku dan bangsa seharusnya menjadi sarana untuk saling mengenal dan memperkaya, bukan untuk saling bermusuhan. Ayat ini menjadi fondasi bagi upaya membangun masyarakat inklusif yang menghargai keberagaman dan menjunjung tinggi persatuan.
Lebih dari itu, K-apel juga menyoroti pentingnya literasi sebagai bagian tak terpisahkan dari warisan Nabi Muhammad SAW. Mengutip Surat Al-Qalam ayat 1, Rahman Rumaday menekankan bahwa pena dan tulisan memiliki kekuatan besar untuk membentuk peradaban. Literasi bukan hanya tentang kemampuan membaca dan menulis, tetapi juga tentang kemampuan berpikir kritis, menganalisis informasi, dan menyampaikan gagasan secara efektif. Dalam era disinformasi yang merajalela, literasi menjadi benteng pertahanan untuk melindungi diri dari berita palsu dan ujaran kebencian.
Ust. H. Jusman Arsyad, S.Kom., dalam ceramahnya mengingatkan bahwa mencintai Rasulullah SAW harus diwujudkan dalam tindakan nyata, yaitu dengan meneladani akhlak mulia beliau. Empat sifat utama Nabi, yang dikenal dengan akronim FAS T (Fathonah, Amanah, Siddiq, Tabligh), menjadi panduan bagi umat Islam untuk menjalani kehidupan yang bermakna dan bermanfaat bagi sesama.
– Fathonah (cerdas): Menekankan pentingnya berpikir cerdas dan bertindak bijaksana dalam menghadapi berbagai persoalan hidup.
– Amanah (dapat dipercaya): Mengingatkan untuk selalu menjaga kepercayaan yang diberikan oleh orang lain.
– Siddiq (jujur): Menekankan pentingnya kejujuran sebagai landasan moral dalam segala aspek kehidupan.
– Tabligh (menyampaikan kebenaran): Mengajak untuk menyebarkan kebaikan dan kebenaran dengan cara yang santun dan bijaksana.
Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW oleh K-apel Makassar adalah panggilan untuk bertindak. Ini adalah ajakan untuk menghidupkan kembali nilai-nilai persaudaraan dan literasi dalam kehidupan sehari-hari. Dengan meneladani akhlak mulia Rasulullah SAW, umat Islam dapat menjadi agen perubahan positif yang membawa kedamaian, keadilan, dan kemajuan bagi masyarakat. Maulid bukan hanya seremonial, tetapi momentum untuk transformasi diri dan sosial.










Discussion about this post