MITOS | Makassar — Di tengah hiruk pikuk Kota Makassar, sebuah kisah inspiratif akan segera diluncurkan dalam bentuk buku berjudul “Mimpi yang Tak Dianggap.” Karya ini lahir dari tangan seorang perempuan pengusaha sukses, Heny Suhaeny, Owner dari Shean Beauty, yang akan berbagi perjalanan hidup dan usahanya melalui tulisan yang menggugah. Acara peluncuran dan bincang buku ini akan diselenggarakan pada tanggal 6 Oktober 2025, di BSI UMKM Center, Jl. Sungai Saddang, Makassar, menjadi momentum penting bagi dunia literasi dan motivasi di Sulawesi Selatan.
Buku “Mimpi yang Tak Dianggap” bukan sekadar catatan perjalanan seorang pengusaha, tetapi juga cerminan dari realitas yang seringkali dihadapi oleh banyak orang. Mimpi-mimpi kecil yang diremehkan, cita-cita yang dianggap tidak realistis, dan keraguan yang datang dari lingkungan sekitar, seringkali menjadi penghalang utama dalam meraih kesuksesan. Namun, Heny Suhaeny membuktikan bahwa dengan keyakinan, kerja keras, dan keberanian untuk melangkah, setiap mimpi dapat menjadi kenyataan.
Acara peluncuran buku ini akan semakin istimewa dengan kehadiran narasumber-narasumber berkompeten di berbagai bidang. Prof. Dr. H. Muh Asdar, SE., M.Si., CWM, seorang tokoh akademisi dan Ketua Senat FEB Unhas, akan memberikan perspektif tentang pentingnya pendidikan dan pengembangan diri dalam mencapai impian. Asrul Sani Abu, S.E., M.M, seorang wirausahawan dan penulis buku, akan berbagi pengalaman tentang bagaimana membangun bisnis dari nol dan menghadapi berbagai tantangan. Rahman Rumaday, Founder K-apel dan Kampus Lorong K-apel, akan memberikan inspirasi tentang bagaimana menciptakan inovasi dan memberikan dampak positif bagi masyarakat.
Dipandu oleh moderator Dr. Dirk Sandarupa, M.Hum., MCE, seorang Rektor Kampus Lorong K-apel dan Dosen Pariwisata Unhas, serta MC Mr. Anharu Haris, seorang National Business Coach, acara ini diharapkan dapat memberikan wawasan dan motivasi yang mendalam bagi para peserta.
Dalam penjelasannya kepada media, Heny Suhaeny mengungkapkan bahwa buku ini adalah refleksi dari perjalanan hidupnya, yang penuh dengan lika-liku dan tantangan. Ia berharap buku ini dapat menjadi sumber inspirasi bagi siapa saja yang pernah merasa diremehkan mimpinya, agar tetap yakin dan terus berjuang untuk mewujudkan cita-cita.
“Buku ini adalah cermin dari perjalanan saya, bahwa mimpi sekecil apa pun patut diperjuangkan. Kadang orang lain menganggap remeh, tetapi justru di situlah letak kekuatan untuk bangkit. Saya ingin berbagi semangat bahwa setiap mimpi bisa menjadi nyata jika kita berani melangkah,” ujarnya.
Peluncuran buku “Mimpi yang Tak Dianggap” ini menjadi momentum penting bagi masyarakat Makassar, khususnya para generasi muda, untuk tidak pernah menyerah dalam mengejar impian. Buku ini diharapkan dapat menjadi panduan dan motivasi bagi siapa saja yang ingin meraih kesuksesan, tidak hanya dalam bisnis, tetapi juga dalam berbagai aspek kehidupan.
Dengan semangat yang membara dan keyakinan yang kuat, Heny Suhaeny membuktikan bahwa mimpi yang tak dianggap pun dapat menjadi kenyataan. Buku Inspirasi ini adalah bukti nyata bahwa setiap orang memiliki potensi untuk meraih kesuksesan, asalkan berani melangkah dan tidak pernah menyerah pada keadaan.










Discussion about this post