MITOS | Yordania — Di tengah gejolak global yang tak kunjung mereda, semangat kemanusiaan senantiasa menemukan jalannya untuk menyinari sudut-sudut dunia yang paling membutuhkan. Salah satu manifestasi nyata dari semangat ini adalah misi kemanusiaan yang diemban oleh Rumah Zakat. Pada pertengahan September 2025, lembaga filantropi ini kembali meneguhkan komitmennya, bukan hanya sebagai penyalur bantuan, melainkan sebagai duta solidaritas dari masyarakat Indonesia untuk para pengungsi Palestina di Yordania. Misi ini bukan sekadar rutinitas penyaluran, melainkan sebuah narasi tentang empati, ketahanan, dan harapan yang terus menyala.
Penyaluran bantuan yang berlangsung dari tanggal 12 hingga 16 September 2025 ini menunjukkan skala dan kedalaman komitmen Rumah Zakat. Dengan menyasar berbagai titik pengungsian dan bermitra dengan lembaga lokal di Amman, bantuan yang disalurkan dirancang untuk memenuhi kebutuhan dasar yang krusial. Seribu paket hotmeals memastikan asupan makanan siap santap yang layak bagi pengungsi di Camp Jerrash Utara dan Camp Baqa’a, kamp terbesar di Utara Amman. Tak hanya itu, 200 paket food basket yang didistribusikan ke wilayah seperti Jabal Al Husein, Yordania, menjadi penopang kebutuhan pangan harian bagi keluarga-keluarga yang rentan. Inovasi juga terlihat dalam penyaluran kornet Superqurban, sebuah ikhtiar berkelanjutan untuk menghadirkan gizi yang memadai. Seluruh proses distribusi, yang melibatkan mitra lokal, mencerminkan efisiensi dan ketepatan sasaran, memastikan bahwa bantuan mencapai 6.908 jiwa yang sangat membutuhkan.
Kehadiran langsung pucuk pimpinan Rumah Zakat, Chief Executive Officer Irvan Nugraha dan Chief Program Officer Murni Alit Baginda, memberikan dimensi yang lebih mendalam pada misi ini. Mereka tidak hanya mengawasi distribusi, tetapi juga menyapa langsung para pengungsi, menyampaikan pesan solidaritas yang tulus dari masyarakat Indonesia. Pernyataan Irvan Nugraha, “Kami hadir di sini bukan hanya membawa bantuan, tapi juga membawa pesan solidaritas dari masyarakat Indonesia untuk Palestina. Kehadiran ini adalah bentuk nyata bahwa Indonesia tidak pernah meninggalkan Palestina dalam perjuangan mereka,” adalah penegasan filosofi di balik setiap langkah Rumah Zakat. Kolaborasi dengan mitra kebaikan seperti Jaringan Sekolah Islam Terpadu (JSIT) dan sejumlah influencer kebaikan juga memperluas jangkauan pesan dan dukungan, menunjukkan bahwa misi kemanusiaan ini adalah upaya kolektif bangsa.
Lebih dari sekadar bantuan pangan dan nutrisi, misi Rumah Zakat kali ini juga merangkul dimensi diplomasi kemanusiaan dan dukungan moral. Kunjungan ke Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Yordania menegaskan pentingnya koordinasi lintas lembaga dalam upaya kemanusiaan global. Namun, yang paling menyentuh adalah kunjungan tim Rumah Zakat ke camp pengungsian anak-anak Palestina penderita kanker di Amman. Di sana, mereka tidak hanya menyerahkan bantuan, tetapi juga memberikan dukungan moral yang tak ternilai, sebuah pengingat bahwa di balik statistik dan angka, ada jiwa-jiwa muda yang berjuang melawan penyakit di tengah kesulitan. Upaya untuk memastikan pelepasan truk bantuan kemanusiaan ke Gaza juga menjadi simbol harapan besar, sebuah doa kolektif agar bantuan dapat menembus blokade dan mencapai mereka yang paling terisolasi.
Pada akhirnya, misi Rumah Zakat di Yordania adalah cerminan dari komitmen abadi Indonesia terhadap nilai-nilai kemanusiaan universal. Ini adalah bukti bahwa solidaritas tidak mengenal batas geografis, dan bahwa setiap donasi serta doa dari masyarakat Indonesia memiliki kekuatan transformatif. Rumah Zakat, dengan segala upaya dan dedikasinya, menjadi jembatan harapan bagi mereka yang terpinggirkan, menegaskan bahwa dalam setiap kesulitan, selalu ada tangan yang terulur, membawa pesan bahwa mereka tidak sendiri. Dukungan masyarakat Indonesia adalah denyut nadi yang menjaga keberlangsungan program mulia ini, memastikan bahwa api kemanusiaan akan terus menyala terang, menerangi jalan bagi mereka yang membutuhkan.










Discussion about this post