MITOS | Barru — Workshop Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) Bahasa Daerah di Kecamatan Barru, Kabupaten Barru, yang bertema “Langkah Strategi Pemertahanan Bahasa Daerah di Era Digital,” telah sukses dilaksanakan pada Jumat, 20 Juni 2025 di UPTD SD Negeri 32 Barru.
Kegiatan ini merupakan bagian dari Program Pengabdian Kepada Masyarakat (PPMU) Universitas Hasanuddin tahun 2025, bertujuan meningkatkan kesadaran dan memberikan bekal bagi para pendidik dalam melestarikan bahasa daerah di era digital.
Workshop ini menghadirkan narasumber kompeten dari Universitas Hasanuddin, memadukan teori dan praktik dalam pengajaran bahasa daerah berbasis teknologi.
Para pemateri, Pammuda, S.S., M.Si. (Kebijakan Pemertahanan Bahasa Daerah), Nasihin, S.S., M.A. (Sejarah Lokal dan Pembelajaran Bahasa Daerah), dan Muttaharah Nemin Kaharuddin, S.S., M.Hum. (Digitalisasi Pembelajaran Bahasa Daerah), memberikan wawasan berharga.
Andi Filsah Muslimat, S.S., M.Hum., bertindak sebagai moderator yang handal, sementara Dr. Sumarlin Rengko HR, S.S., M.Hum., selaku ketua panitia, memastikan kelancaran acara. Keikutsertaan mahasiswa Departemen Sastra Daerah turut memperkaya suasana workshop.
Peserta, terdiri dari guru-guru MGMP Bahasa Daerah Kabupaten Barru, antusias mengikuti sesi diskusi interaktif. Mereka mengapresiasi metode pengajaran dan pemanfaatan teknologi digital yang dibagikan, sekaligus mengeksplorasi cara kreatif mengintegrasikan bahasa daerah ke dalam kurikulum.
Nur Amalia Halid, S.S., M.Pd., Ketua MGMP Bahasa Daerah Kabupaten Barru, menyatakan bahwa workshop ini merupakan inisiatif inovatif dalam pengajaran bahasa daerah di era globalisasi.
Dukungan penuh juga diberikan oleh H. Andi Adnan Aziz, S.STP., M.Si., Kepala Dinas Pendidikan Barru, dan Sekretaris Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Barru. Keduanya menekankan pentingnya pelestarian bahasa daerah dan peran teknologi dalam memperluas jangkauan pembelajaran.
Testimoni positif juga datang dari Mustainnah Ali, S.Pd., M.Pd. (SDN 35 Barru) dan Sriyanti, S.Pd. (UPTD SDN 32 Barru), yang merasakan manfaat workshop bagi pengembangan kemampuan mengajar mereka.
Sumarlin Rengko HR, menyatakan keyakinannya bahwa workshop ini merupakan langkah krusial dalam melestarikan bahasa daerah. Ia berharap para pendidik dapat mengadopsi strategi inovatif yang membuat pembelajaran bahasa daerah lebih menarik dan relevan bagi generasi muda, sekaligus memperkuat jati diri bangsa.
Workshop ini menunjukkan komitmen nyata dari Universitas Hasanuddin, pemerintah daerah, dan para pendidik dalam menjaga kelestarian bahasa daerah sebagai bagian integral dari identitas budaya Makassar.










Discussion about this post