MITOS | Makassar — Program Studi Pendidikan Matematika Universitas Negeri Makassar (UNM) Jalin Kerjasama dengan Indonesian Mathematics Educators Society (I-MES) untuk Meningkatkan Kualitas Pendidikan Matematika.
Dengan menjalin kerjasama tersebut, UNM kembali menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan kualitas pendidikan matematika di Indonesia.
Program Studi Pendidikan Matematika UNM baru-baru ini diundang untuk menghadiri kegiatan penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) antara Indonesian Mathematics Educators Society (I-MES) dengan berbagai Program Studi Pendidikan Matematika dari perguruan tinggi yang berada di wilayah Pulau Sulawesi.
Kerjasama dan Sinergi
MoU ini ditujukan untuk memperkuat sinergi antara I-MES dan institusi pendidikan tinggi dalam meningkatkan kualitas pendidikan matematika di Indonesia, khususnya di wilayah Sulawesi.
Kerja sama ini meliputi pengembangan kurikulum, penelitian kolaboratif, pelatihan tenaga pendidik, serta penyelenggaraan seminar dan konferensi yang mendukung peningkatan kompetensi guru, dosen, dan mahasiswa.
Pengangkatan Pengurus I-MES
Dalam kegiatan tersebut, juga dirangkaikan dengan pelantikan pengurus I-MES wilayah Sulawesi. Ketua Program Studi Pendidikan Matematika UNM, Dr. Fajar Arwadi, (tautan tersedia), turut dilantik sebagai Wakil Ketua Bidang Pengembangan Kurikulum.
Pengangkatan ini mencerminkan kepercayaan yang besar terhadap komitmen dan kompetensi UNM dalam memajukan pendidikan matematika di kawasan timur Indonesia.
Program Kerja Strategis
Kegiatan ini juga mencakup Rapat Kerja pengurus I-MES Wilayah Sulawesi yang menghasilkan beberapa program kerja strategis, termasuk peningkatan kolaborasi riset antar perguruan tinggi, pengembangan modul pembelajaran berbasis teknologi, dan penyusunan standar kompetensi lulusan yang relevan dengan kebutuhan zaman.
Pelatihan Pengelolaan Jurnal Ilmiah
Selain itu, untuk mendukung pengelola jurnal agar lebih profesional dan berdaya saing, dilakukan pemaparan materi bertajuk “Pengelolaan Jurnal Ilmiah” oleh Ketua Umum I-MES, Dr. Sri Adi Widodo, dan meliputi pelatihan penggunaan Open Journal Systems (OJS).










Discussion about this post