Minggu, Februari 1, 2026
Majalah Mitos
No Result
View All Result
  • Home
  • PEDOMAN MEDIA SIBER
  • REDAKSI
  • TENTANG KAMI
  • MITRA
  • PERIKLANAN
  • KIRIM BERITA
  • KONTAK
Majalah Mitos
  • Home
  • PEDOMAN MEDIA SIBER
  • REDAKSI
  • TENTANG KAMI
  • MITRA
  • PERIKLANAN
  • KIRIM BERITA
  • KONTAK
No Result
View All Result
Majalah Mitos
No Result
View All Result
Home Mitos Hiburan & Gaya Hidup

Ma’baca-baca: Tradisi Spiritual dan Sosial Masyarakat Bugis-Makassar

Ali Mitos by Ali Mitos
Maret 31, 2025
in Mitos Hiburan & Gaya Hidup
Ma’baca-baca: Tradisi Spiritual dan Sosial Masyarakat Bugis-Makassar
Bagikan ke FacebookBagikan ke WhatsApp

MITOS | Makassar  —  Ma’baca-baca adalah salah satu tradisi yang sangat kaya dan bermakna dalam budaya masyarakat Bugis-Makassar. Tradisi ini merupakan bentuk pembacaan doa secara bersama yang dilakukan dalam berbagai kesempatan, seperti acara rasa syukur, berbelasungkawa, menyambut bulan suci Ramadhan hingga hari raya Idul Fitri dan Idul Adha. Dalam setiap pelaksanaannya, ma’baca-baca tidak hanya sekadar ritual, tetapi juga mengandung nilai-nilai sosial dan spiritual yang mendalam.
Ma'baca-baca
Salah satu tujuan utama dari ma’baca-baca adalah untuk mengungkapkan rasa syukur atas nikmat yang diberikan oleh Allah. Dalam setiap doa yang dibacakan, masyarakat Bugis-Makassar mengingat segala karunia yang telah diterima, baik dalam bentuk kesehatan, rezeki, maupun kebahagiaan. Rasa syukur ini menjadi landasan bagi masyarakat untuk terus berdoa dan berharap agar nikmat tersebut senantiasa dilimpahkan kepada mereka dan keluarga.

Selain itu, tradisi ini juga berfungsi sebagai sarana untuk menolak bala atau segala bentuk musibah yang mungkin mengancam kehidupan. Dalam pandangan masyarakat Bugis-Makassar, doa yang dipanjatkan secara kolektif memiliki kekuatan yang lebih besar. Dengan berkumpul dan berdoa bersama, mereka percaya bahwa Allah akan mendengarkan dan mengabulkan permohonan mereka, serta melindungi mereka dari segala mara bahaya.

Ma’baca-baca juga menjadi momen untuk mendoakan para leluhur. Dalam budaya Bugis-Makassar, penghormatan kepada leluhur sangat dijunjung tinggi. Melalui doa-doa yang dipanjatkan, masyarakat berharap agar arwah para leluhur mendapatkan tempat yang baik di sisi Allah. Ini juga menjadi cara untuk menjaga hubungan spiritual antara generasi yang hidup dengan yang telah tiada, serta mengingatkan generasi muda akan pentingnya menghormati dan mengenang jasa-jasa para pendahulu.

Aspek sosial dari ma’baca-baca tidak kalah pentingnya. Tradisi ini berfungsi untuk menjalin hubungan silaturahmi antar anggota keluarga, sanak saudara, dan tetangga. Dalam pelaksanaannya, tradisi ini biasanya dihadiri oleh banyak orang, sehingga menciptakan suasana kebersamaan yang hangat. Momen ini menjadi kesempatan bagi masyarakat untuk saling berinteraksi, berbagi cerita, dan mempererat tali persaudaraan.

Baca Juga  Rumah Zakat Sulsel Gelar Senam dan Berbagi Kurma untuk Lansia Menjelang Ramadhan

Ma’baca-baca bukan hanya sekadar ritual keagamaan, tetapi juga menjadi ajang untuk memperkuat ikatan sosial di antara masyarakat. Dalam setiap acara, baik itu perayaan maupun berkabung, kehadiran orang-orang terdekat menjadi sangat berarti. Mereka saling mendukung dan menguatkan satu sama lain, menciptakan rasa kebersamaan yang kuat.

Di bulan suci Ramadan, tradisi baca-baca Makassar semakin terasa penting. Masyarakat memohon keberkahan dalam menjalankan ibadah puasa dan berharap agar segala amal ibadah yang dilakukan diterima oleh Allah. Dalam suasana Ramadan yang penuh berkah, baca-baca menjadi salah satu cara untuk meningkatkan keimanan dan ketakwaan, serta memperdalam rasa solidaritas antar sesama.

Selama bulan Ramadan hingga hari raya Idul Fitri dan Idul Adha, banyak keluarga yang mengadakan acara baca-baca sebagai bentuk syukur atas kesempatan untuk menjalankan ibadah puasa dan hari kemenangan (Fitrah). Dalam acara ini, mereka berkumpul untuk membaca doa, mengingatkan satu sama lain tentang pentingnya ibadah dan berbagi makanan. Suasana kebersamaan ini menciptakan ikatan yang lebih kuat di antara anggota keluarga dan komunitas.

Pelaksanaan Ma’baca-baca

Pelaksanaan ma’baca-baca biasanya dipimpin oleh tokoh agama atau orang yang dituakan dalam komunitas. Hal ini menunjukkan penghormatan terhadap pengetahuan dan pengalaman yang dimiliki oleh mereka. Kegiatan ini dilakukan secara kolektif, di mana semua peserta berkumpul dan mengikuti pembacaan doa dengan khusyuk. Diiringi dengan beberapa instrumen tradisional, suasana menjadi lebih syahdu dan khidmat.

Dalam pelaksanaannya, ma’baca-baca sering kali diadakan di rumah-rumah, masjid, atau tempat-tempat umum lainnya yang dapat menampung banyak orang. Suasana yang hangat dan penuh kekeluargaan menjadi ciri khas dari tradisi ini. Peserta biasanya duduk melingkar, dan pemimpin doa akan memulai dengan bacaan yang diikuti oleh semua orang. Dalam beberapa kasus, ada juga yang menambahkan elemen musik tradisional untuk menambah keindahan suasana.

Baca Juga  "Siri' Na Pacce" Kemenag Makassar Bersama Forum Zakat Sulsel Pusatkan Kampung Zakat di Lakkang 

Nama-nama Tradisi Ma’baca-baca

Beberapa nama tradisi ma’baca-baca yang dikenal di masyarakat antara lain Ma’baca-baca, Assuro Maca, dan Mabbaca Doang. Masing-masing nama ini mencerminkan kekayaan bahasa dan budaya yang ada di daerah tersebut.

Ma’baca-baca adalah istilah yang paling umum digunakan untuk menggambarkan tradisi ini. Dalam konteks ini, “ma’baca” berarti membaca, dan “baca-baca” merujuk pada pembacaan doa secara kolektif. Tradisi ini sering kali diadakan dalam suasana yang penuh keakraban, di mana semua peserta berpartisipasi aktif dalam pembacaan doa.

Assuro Maca adalah istilah yang lebih spesifik, biasanya digunakan dalam konteks acara-acara tertentu, seperti perayaan hari besar keagamaan atau acara syukuran. Dalam Assuro Maca, pembacaan doa dilakukan dengan lebih terstruktur, sering kali diiringi dengan pembacaan ayat-ayat Al-Qur’an dan diakhiri dengan doa penutup. Tradisi ini menunjukkan kedalaman spiritual dan keseriusan dalam berdoa.

Mabbaca Doang adalah istilah yang lebih informal dan sering digunakan dalam konteks acara keluarga atau pertemuan santai. Dalam Mabbaca Doang, pembacaan doa dilakukan dengan suasana yang lebih ringan, di mana peserta dapat berbagi cerita dan pengalaman sambil tetap menjaga fokus pada tujuan utama, yaitu berdoa bersama.

Pelestarian Tradisi Tradisi ma’baca-baca masih dilestarikan secara turun-temurun, menjadi bagian tak terpisahkan dari identitas budaya masyarakat Bugis-Makassar. Dalam era modern ini, di mana banyak tradisi mulai memudar, masyarakat Bugis-Makassar tetap berkomitmen untuk menjaga dan melestarikan tradisi ini. Banyak generasi muda yang diajarkan tentang pentingnya baca-baca sejak usia dini, sehingga mereka dapat memahami dan menghargai warisan budaya mereka.

Kegiatan pelestarian ini tidak hanya dilakukan di lingkungan keluarga, tetapi juga melalui berbagai organisasi dan komunitas. Banyak kelompok masyarakat yang mengadakan pelatihan dan seminar untuk mengenalkan tradisi baca-baca kepada generasi muda. Dengan cara ini, diharapkan tradisi ini akan terus hidup dan berkembang, meskipun zaman terus berubah.

Baca Juga  Umat Islam akan Jalani Puasa Ramadhan 2 Kali Setahun

Makna Sosial dan Spiritual

Ma’baca-baca memiliki makna yang sangat dalam, baik secara sosial maupun spiritual. Secara sosial, tradisi ini menciptakan ikatan yang kuat di antara anggota masyarakat. Dalam setiap acara, mereka saling mendukung dan menguatkan satu sama lain, menciptakan rasa kebersamaan yang kuat. Ini sangat penting dalam masyarakat yang mengedepankan nilai-nilai kekeluargaan dan gotong royong.

Secara spiritual, ma’baca-baca menjadi sarana untuk mendekatkan diri kepada Allah. Dalam setiap doa yang dipanjatkan, masyarakat berharap agar Allah mendengarkan dan mengabulkan permohonan mereka. Tradisi ini juga mengajarkan pentingnya rasa syukur, pengharapan, dan penghormatan kepada leluhur. Dengan demikian, ma’baca-baca tidak hanya berfungsi sebagai ritual keagamaan, tetapi juga sebagai sarana untuk memperkuat iman dan ketakwaan.

Ma’baca-baca adalah tradisi yang kaya akan makna dan nilai. Melalui pembacaan doa secara kolektif, masyarakat Bugis-Makassar tidak hanya mengungkapkan rasa syukur, tetapi juga menjalin hubungan silaturahmi, mendoakan para leluhur, dan memohon keberkahan dalam hidup mereka. Tradisi ini tetap dilestarikan secara turun-temurun, menjadi bagian penting dari identitas budaya masyarakat.

Dalam dunia yang semakin modern dan serba cepat, pelestarian tradisi seperti ma’baca-baca menjadi sangat penting. Ini bukan hanya tentang menjaga warisan budaya, tetapi juga tentang membangun komunitas yang kuat dan saling mendukung. Dengan melibatkan generasi muda dalam tradisi ini, masyarakat Bugis-Makassar berharap agar nilai-nilai luhur yang terkandung dalam ma’baca-baca dapat terus hidup dan berkembang, memberikan makna dan kekuatan bagi kehidupan mereka di masa depan.

Ma’baca-baca bukan hanya sekadar ritual, tetapi juga merupakan cerminan dari kekayaan budaya, spiritualitas, dan nilai-nilai sosial yang ada dalam masyarakat Bugis-Makassar. Tradisi ini mengajarkan kita untuk selalu bersyukur, saling menghormati, dan menjaga hubungan baik dengan sesama, serta menghargai warisan leluhur yang telah membentuk identitas kita hingga saat ini._@_

Dibaca Oleh: 621

Berita Lainnya

Nicolas Garvaise
Mitos Hiburan & Gaya Hidup

Memanggil Pulang Kisah Kota Dunia: Diskusi Buku Discription Historiqur di Royume de Macacar Karya Nicolas Garvaise

by Ali Mitos
Desember 15, 2025

MITOS | Makassar  --  Minggu (14/12/2025), Ruang Makassar di Sunachi Suki Restaurant, Hotel Claro tidak hanya menjadi tempat berkumpulnya orang-orang,...

Read more
Inspirasi
Mitos Hiburan & Gaya Hidup

Mimpi yang Tak Dianggap: Sebuah Inspirasi dari Makassar untuk Indonesia 

by Ali Mitos
September 30, 2025

MITOS | Makassar  --  Di tengah hiruk pikuk Kota Makassar, sebuah kisah inspiratif akan segera diluncurkan dalam bentuk buku berjudul...

Read more
Ekonomi
Mitos Hiburan & Gaya Hidup

HEKKA Kriuk: Pilar Ekonomi Kolaboratif dan Inspirasi Transformasi Sosial

by Ali Mitos
Agustus 19, 2025

MITOS | Makassar  --  Di tengah lanskap ekonomi yang terus berubah, lahirnya HEKKA Kriuk menandai sebuah babak baru dalam pendekatan...

Read more

Discussion about this post

No Result
View All Result

Kategori

Mitos (22) Mitos Hiburan & Gaya Hidup (42) Mitos Pendidikan dan Teknologi (84) Mitos Reportase Cilik (52) News & Advertorial (186)
footer-01

PT. Mitos Tujua Utama
Jl. Andi Djemma 7 No.12
Rappocini, Makassar, Indonesia
Email : majalahmitos@gmail.com
Telp/WA : 085240876013

2024 © MAJALAHMITOS.COM | Dibuat Oleh mike'S

No Result
View All Result
  • Home
  • PEDOMAN MEDIA SIBER
  • REDAKSI
  • TENTANG KAMI
  • MITRA
  • PERIKLANAN
  • KIRIM BERITA
  • KONTAK